KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (OMED) pada perdagangan Rabu, 15 April 2026, menunjukkan kecenderungan penguatan yang konsisten di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global.
Harga ditutup di level 314 atau naik 18 poin setara 6,08 persen dari posisi sebelumnya di 296. Dalam sesi tersebut, saham bergerak dalam rentang 292 hingga 314, dengan posisi penutupan berada di area tertinggi harian.
Aktivitas transaksi tercatat cukup aktif dengan total 231,35 ribu lot dan nilai mencapai Rp7,1 miliar. Rata-rata harga berada di level 305, di mana sebagian besar transaksi terjadi di bawah harga penutupan. Sangat terlihat bahwa dorongan harga terjadi di akhir sesi perdagangan.
Dari sisi struktur orderbook, tekanan di sisi penawaran terlihat lebih tipis dibandingkan sisi permintaan. Total antrean beli mencapai 164.888 lot dengan frekuensi 202 kali, sementara antrean jual berada di 30.145 lot dengan frekuensi 107 kali.
Lapisan bid terlihat cukup tebal di area 300 hingga 296. Pada level 300 terdapat 10.790 lot, sementara di 296 mencapai 13.696 lot. Sementara itu, di sisi offer, distribusi relatif tersebar dengan lapisan terbesar berada di 330 sebesar 3.162 lot, diikuti 324 sebesar 2.560 lot dan 322 sebesar 2.507 lot.
Di sini, meskipun harga telah bergerak naik, tekanan jual belum terkonsentrasi pada satu level tertentu. Sebaliknya, penawaran tersebar di beberapa titik harga di atas level saat ini, yang menciptakan ruang pergerakan lanjutan apabila permintaan tetap terjaga.
Dalam risetnya, Kiwoom Sekuritas menjelaskan bahwa OMED bergerak dalam pola parallel channel dengan kecenderungan uptrend. Level 314 yang menjadi harga penutupan saat ini berada di area atas kanal tersebut.
Sementara, area 322 disebut sebagai target lanjutan apabila harga mampu menembus batas atas channel.
Dari data intraday, harga sebenarnya sempat menyentuh 314 yang berdekatan dengan area resistance jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan menuju area 322 masih berada dalam rentang yang diuji oleh pasar, sejalan dengan level penawaran yang mulai muncul di kisaran 318 hingga 330.
Kiwoom menyebut bahwa tren naik didukung oleh posisi harga yang berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek seperti MA10 dan MA20. Posisi harga yang konsisten berada di atas rata-rata transaksi harian dapat dilihat dari perbedaan antara harga rata-rata 305 dan penutupan di 314.
Di sisi lain, area support yang disebutkan berada di level 300, menjadi salah satu titik dengan antrean beli cukup besar. Hal ini memperlihatkan adanya keselarasan antara level teknikal dan minat pasar yang tercermin dalam data antrean.
Pergerakan saham OMED dalam beberapa sesi terakhir juga menunjukkan kecenderungan kenaikan bertahap. Dalam satu sesi saja, harga sudah bergerak dari pembukaan di 296 hingga mencapai puncak di 314.
Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik dan faktor eksternal lainnya.
Secara keseluruhan, penguatan saham OMED didukung oleh dominasi permintaan yang lebih besar dibandingkan penawaran. Struktur orderbook yang relatif ringan di sisi atas dan akumulasi di sisi bawah menjadi bagian dari pembentukan tren harga dalam sesi terakhir.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.