Logo
>

RUPST BRIS Mundur, Volume Transaksi Sepanjang 2026 Turun

Jadwal rapat tahunan digeser ke Mei saat harga saham BRIS bergerak fluktuatif dengan arus asing yang silih berganti sejak awal 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
RUPST BRIS Mundur, Volume Transaksi Sepanjang 2026 Turun
Bank Syariah Indonesia kembali melakukan reschedule RUPST dari semula 17 April menjadi 5 Mei 2026. (Foto: dok BRIS)

KABARBURSA.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) kembali menggeser rencana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dari 17 April menjadi 5 Mei 2026. Untuk diketahui, Agenda korporasi ini bergeser hampir tiga pekan dari rencana awal. 

Pergeseran jadwal ini bertujuan untuk tetap menjaga struktur formal penyelenggaraan melalui sistem elektronik eASY.KSEI, dengan lokasi administratif di Jakarta Pusat dan waktu pelaksanaan pukul 14.00 WIB. 

Secara substansi, agenda yang dibahas tidak berubah. Tetap mencakup persetujuan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, hingga perubahan susunan pengurus.

Ruang lingkup agenda tersebut menunjukkan bahwa RUPST kali ini tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga menyentuh aspek strategis, khususnya terkait struktur manajemen. 

Dalam keterbukaan informasi disebutkan bahwa keputusan terkait pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris akan efektif sesuai ketetapan RUPS, atau berlaku sejak penutupan rapat jika tidak ditentukan secara spesifik. 

Masa jabatan yang mengacu hingga RUPS Tahunan kelima setelah pengangkatan menegaskan bahwa keputusan dalam forum ini memiliki implikasi jangka menengah terhadap arah pengawasan perusahaan.

Perubahan jadwal ini juga terjadi di tengah periode krusial penyampaian kinerja tahunan dan distribusi laba, yang biasanya menjadi fokus utama pemegang saham. Dengan mundurnya waktu pelaksanaan, terdapat jeda tambahan bagi pemegang saham untuk mencermati laporan keuangan serta usulan penggunaan laba sebelum keputusan diambil dalam forum resmi. 

Dalam praktiknya, penyesuaian jadwal RUPS merupakan hal yang dimungkinkan sepanjang tetap mengikuti ketentuan keterbukaan informasi dan tidak mengubah substansi agenda.

Fluktuasi Pergerakan Saham BRIS

Di sisi lain, pergerakan saham BRIS sepanjang 2026 menunjukkan dinamika yang cukup tajam dalam rentang bulanan. Pada Januari 2026, saham ini ditutup di level 2.250 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,52 triliun dan volume 6,95 juta lot.

Pada periode tersebut, aktivitas perdagangan relatif tinggi. Pada Februari, harga sempat naik ke 2.360 dengan kenaikan 4,89 persen, namun diiringi arus dana asing keluar sebesar Rp211,96 miliar.

Memasuki Maret, tekanan harga mulai terlihat dengan penurunan ke level 2.110 atau terkoreksi 10,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, data menunjukkan adanya pembalikan arus asing menjadi net buy sebesar Rp32,97 miliar, dengan nilai pembelian asing mencapai Rp118,51 miliar, berbanding penjualan Rp85,54 miliar. 

Aktivitas ini terjadi di tengah peningkatan frekuensi transaksi hingga 89,81 ribu kali. Artinya, meski harga turun namun intensitas perdagangan justru meningkat.

Pada April 2026, harga saham BRIS kembali bergerak naik ke level 2.140 atau menguat 1,42 persen secara bulanan. Namun, kenaikan ini terjadi bersamaan dengan net foreign sell sebesar Rp33,61 miliar. 

Nilai penjualan asing pada bulan ini mencapai Rp71,90 miliar sementara pembelian berada di Rp38,29 miliar. Volume transaksi juga tercatat menurun menjadi 917,45 ribu lot dengan frekuensi 33,68 ribu kali. Ada aktivitas perdagangan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika ditarik secara kumulatif sejak awal tahun, pergerakan harga ini masih menunjukkan posisi yang lebih rendah dibandingkan awal 2026. Dari level penutupan 2.250 pada Januari ke posisi 2.140 pada April, terjadi selisih penurunan sebesar 110 poin atau sekitar 4,89 persen. 

Kenaikan pada Februari sebesar 4,89 persen sempat membawa harga ke level lebih tinggi, namun koreksi 10,59 persen pada Maret menjadi faktor utama yang menekan kinerja tahunan. Sementara, penguatan 1,42 persen pada April belum menutup penurunan tersebut.

Rentang pergerakan harga sepanjang Januari hingga April juga memperlihatkan fluktuasi pada level tertinggi dan terendah bulanan. Pada Februari, saham BRIS sempat menyentuh level 2.480 sebagai titik tertinggi, sementara pada Maret turun hingga level terendah 2.080. 

Memasuki April, rentang harga bergerak lebih sempit di kisaran 2.070 hingga 2.170, dengan harga rata-rata tercatat di sekitar 2.118.

Kombinasi antara perubahan jadwal RUPST dan dinamika perdagangan saham ini menempatkan BRIS dalam fase yang diwarnai oleh aktivitas korporasi sekaligus pergerakan pasar yang aktif. 

Agenda RUPS yang mencakup laporan keuangan dan penggunaan laba berjalan beriringan dengan fluktuasi harga saham, volume transaksi, serta arus dana asing yang berganti arah dalam beberapa bulan terakhir.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79