KABARBURSA.COM – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatat total konsumsi energi sebesar 59,49 gigajoule (GJ) sepanjang 2025. Angka ini terdiri dari konsumsi listrik 50,77 GJ dan bahan bakar 8,72 GJ.
Sementara itu, intensitas konsumsi energi RATU tercatat sebesar 0,00006972 GJ per juta rupiah. Sedangkan efisiensi konsumsi energu di angka 14.343,99 GJ per juta rupiah.
Manajemen RATU dalam laporan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Selasa, 14 April 2026, menyampaikan efisiensi energi menjadi fokus utama dalam operasional kantor.
"Perseroan menerapkan langkah-langkah konservasi energi seperti penggunaan sensor cahaya otomatis, pengaturan suhu pendingin ruangan (AC) yang efisien, serta kampanye mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan," tulis manajemen.
Kendati demikian, manajemen RATU menuturkan konsumsi energi pada tahun 2024 belum seluruhnya tercatat, dan disajikan secara terpisah karena pada periode tersebut pencatatan masih dilakukan secara terintegrasi dengan entitas induk. Hal ini dikarenakan RATU baru mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2025.
Di sisi lain, total emis RATU sepanjang 2025 sebesar 43.015,0757 ton CO2 ekuivalen. Angka ini berasal dari tiga sumber utama yakni, konsumsi bahan bakar, konsumsi listrik, serta aktivitas perjalanan dinas.
Secara rinci, emisi dari konsumsi bahan bakar tercatat sebesar 28,8046 ton CO2 ekuivalen, senebtara enusu daru konsumsi listrik mencapai 13,7564 ton CO2 ekuivalen. Adapun kontribusi terbesar berasal dari aktivitas perjalanan dinas yang mencapai 42.797,0875 ton CO2 ekuivalen.
Selain itu, intensitas emisi tercatat sebesar 0,0504 ton CO2 ekuivalen per juta rupiah. RATU juga mencatat efisiensi emisi sebesar 19,84 ton CO2 ekuivalen per juta rupiah.
Adapun konsumsi air RATU sepanjang 2025 tercatat sebesar 70,21 meter kubik yang seluruhnya berasal dari pasokan PDAM. Volume tersebut juga tercermin dalam jumlah pembuangan air ke instalasi pengelolahan air limbah dengan angka yang sama yaitu 70,21 meter kubik.
Intensitas konsumsi air tercatat sebesar 0,00008228 meter kubik. Sedangkan efisiensi konsumsi air dalam periode yang sama mencapai 12.153,98 meter kubik.
Manajemen RATU menyatakan Perseroan memandang akses air bersih sebagai hak dasar yang harus didukung. Oleh karena itu, kinerja pengelolaan air pada 2025 juga tercermin dari keberhasilan pembangunan infrastruktur sumur bor di Ngawi dan Blitar, Jawa Timur.
"Inisiatif ini tidak hanya menyediakan akses air bersih bagi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya air tanah melalui pengelolaan yang tepat," tulis manajemen. (*)