KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Bank Mandiri, Pertamina NRE dan Jejakin, resmi meluncurkan kampanye “Aku Net Zero Hero” dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026.
Melalui kolaborasi ini, institusi memperkenalkan fitur seperti Livin' Planet dari Mandiri, Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari Pertamina NRE, dan Jejakin sebagai penyedia solusi penghitungan dan offset emisi.
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum BEI Risa E Rustam, menjelaskan bahwa program ini adalah langkah konkret untuk mendorong partisipasi publik dalam aksi iklim. Ia menekankan bahwa dampak perubahan iklim sudah sangat nyata di depan mata dan mempengaruhi stabilitas ekonomi global, sehingga BEI merasa perlu memfasilitasi mekanisme pengurangan emisi yang transparan.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan, memperkuat praktik ESG, dan menghadirkan ekosistem yang menyumbang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Risa di Main Hall BEI Jakarta, Rabu, 23 April 2026.
Hingga saat ini sudah ada 2.065 penerima manfaat offset karbon dengan volume mencapai 1,3 juta ton karbon dioksida ekuivalen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.566 merupakan individu.
Hadirnya fitur di aplikasi Mandiri memudahkan nasabah retail untuk melakukan offset emisi secara langsung melalui skema retirement on behalf yang biayanya relatif terjangkau.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan, menyampaikan bahwa peran perbankan sebagai enabler sangat penting dalam transisi ekonomi rendah karbon. Melalui fitur baru ini, nasabah bisa menghitung jejak karbon mereka dan langsung membeli sertifikat pengurangan emisi yang kredibel.
"Kami ingin mendorong partisipasi aktif nasabah dalam aksi iklim. Tidak berhenti pada peningkatan awareness, nasabah juga kami dorong untuk mengambil peran dalam mengimbanginya melalui mekanisme carbon offset yang kredibel," kata Henry.
Kepala Departemen Pengawasan Keuangan Derivatif Bursa Karbon, Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Nyoman Suka Yasa, menyebut bahwa langkah tersebut sangat membantu dalam mendorong keterlibatan masyarakat umum dalam pengurangan emisi karbon demi mencapai target net zero Indonesia.
"Ini menandakan bahwa isi keberlanjutan mulai bertransformasi dari sekadar wacana institusi menjadi kesadaran positif," ungkap I Nyoman Suka Yasa.
SPE-GRK yang ditawarkan bersumber dari proyek energi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy. Proyek berkapasitas 2,4 MW ini mampu mengolah limbah menjadi sumber energi hijau dengan potensi pengurangan emisi sebesar 25.000 ton CO2 per tahun.(*)