KABARBURSA.COM – Peran tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI terbukti menjadi salah satu penggerak utama ekonomi desa.
Hal ini terlihat dari kiprah Sri Malasarin, Mantri BRI yang bertugas di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Perempuan yang akrab disapa Mala ini bukan hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga aktif mendampingi pelaku usaha mikro berkembang, khususnya para petani.
Berbekal latar belakang pendidikan S1 Agribisnis, Mala memulai karier di sektor keuangan sebelum bergabung dengan BRI sebagai frontliner pada 2012.
Dua tahun berselang, ia beralih ke bidang marketing dan dipercaya menjadi Mantri BRI. Posisi tersebut membawanya bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.
Dalam menjalankan perannya, Mala menekankan pentingnya pendekatan personal kepada nasabah yang memiliki karakter beragam.
“Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang mungkin orangnya lembut, atau karakternya keras, kita harus bisa hadapi dengan pendekatan yang baik. Kemudian mungkin juga ada orang yang awam, maka kita harus edukasi pelan-pelan,” ungkapnya lewat keterangan resmi, Jumat 17 April 2026.
Saat ini, ia membina nasabah di tiga desa di wilayah Mujur. Mayoritas nasabah merupakan petani yang membutuhkan akses modal untuk kebutuhan produksi seperti pupuk, obat pertanian, hingga pengelolaan lahan.
Mala tidak hanya menyalurkan pinjaman, tetapi juga memastikan pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah. Ia turut mengarahkan pengelolaan keuangan, termasuk mendorong investasi setelah masa panen.
“Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor. Setelah panen, kami arahkan ke investasi. Jadi, meski utamanya pinjaman, kami juga menawarkan produk lain yang sesuai kebutuhan nasabah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Mala juga berperan sebagai penghubung dalam ekosistem usaha mikro. Pekerjaannya mampu menjembatani petani dengan pelaku usaha lain, mulai dari penggilingan hingga pembeli hasil panen, termasuk mendukung distribusi sarana produksi melalui Agen BRILink.
“Selain itu, jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan ke nasabah lain yang mungkin punya penggilingan, atau ke tengkulak, sehingga membantu produksi dan pemasarannya. Ada juga di sini BRILink Agen yang jualan pupuk dan obat, saya bantu distribusinya ke petani-petani yang membutuhkan. Jadi, bisa membantu roda perekonomian masyarakat juga,” jelas Mala.
Selama lebih dari 11 tahun menjalankan peran sebagai Mantri BRI, Mala mengaku ikut bangga dengan perkembangan nasabah yang ia dampingi.
“Rasanya senang dan bangga sekali melihat perubahan mereka. Dari nasabah yang mungkin sedikit omzetnya, lama-kelamaan jadi besar omzetnya. Dari yang sedikit asetnya, jadi punya mobil, punya rumah. Kita sebagai Mantri sangat senang sekali melihat keberhasilan seperti itu,” imbuhnya.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menyebut, peran Mantri seperti Mala menjadi bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh para Mantri BRI di lapangan. Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Akhmad. (Info-bks/*)