KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupaya memperluas layanan keuangan masyarakat hingga daerah terluar seperti kepulauan.
Di tengah keterbatasan akses transportasi laut dan tantangan geografis di kepulauan, perseroan memiliki Mantri BRI sebagai salah satu ujung tombak pengembangan layanan keuangan.
Peran tersebut dilakukan salah satu Mantri BRI Unit Salakan, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Eka Fitriyani Wulandari.
Sebagai Mantri BRI di wilayah tersebut, Eka rutin menyeberangi laut untuk melayani nasabah di sejumlah pulau.
Ia secara berkala mengunjungi Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit untuk memastikan masyarakat setempat memperoleh akses layanan perbankan, pembiayaan, hingga pendampingan usaha.
Perempuan berusia 34 tahun itu telah bergabung dengan BRI sejak 2014, dan mulai menjalankan tugas sebagai Mantri pada 2018 setelah sebelumnya bertugas sebagai teller dan customer service.
"Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan," ujarnya dalam keterangan resmi BRI, Selasa, 30 Juni 2026.
Dalam menjalankan tugasnya, Eka tidak hanya menawarkan layanan pembiayaan, tetapi juga mendampingi Agen BRILink, mengunjungi nasabah, serta memberi edukasi kepada kelompok usaha.
Diketahui, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan penghasilan pada sektor produktif seperti perikanan, perkebunan kelapa, hingga usaha sembako.
Untuk menjangkau pulau-pulau tersebut, Eka harus menempuh perjalanan menggunakan kapal maupun perahu dengan fasilitas terbatas. Kondisi cuaca dan gelombang laut yang berubah-ubah menjadi tantangan yang kerap dihadapi dalam bertugas.
"Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan," ungkapnya.
Selain medan perjalanan, keterbatasan infrastruktur seperti akses listrik juga menjadi tantangan dalam menjaga komunikasi dengan nasabah. Waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Di sisi lain, Eka juga menjalankan perannya sebagai seorang ibu yang sesekali harus berjauhan dengan keluarga, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun.
"Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban," tutur Eka.
Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi dedikasi Eka yang terus hadir melayani masyarakat hingga wilayah kepulauan.
Ia menyatakan, semangat yang ditunjukkan Eka merupakan bentuk komitmen Mantri BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap menjangkau masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Dedikasi tersebut menjadi salah satu dari upaya BRI memperkuat akses layanan perbankan bagi masyarakat di berbagai pelosok Indonesia, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tinggi. (Info-bks/*)