Logo
>

Pemerintah Percepat Pemanfaatan EBT, Targetkan PLTS hingga 100 GW

Sektor energi terbarukan masih menyimpan ruang besar untuk dioptimalkan dalam komposisi bauran energi nasional

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Pemerintah Percepat Pemanfaatan EBT, Targetkan PLTS hingga 100 GW
Ilustrasi Energi Baru Terbarukan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong optimalisasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) atau renewable energy sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi energi nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa sektor energi terbarukan masih menyimpan ruang besar untuk dioptimalkan dalam komposisi bauran energi nasional. Segmen ini dinilai memiliki potensi signifikan untuk menopang ketahanan energi di masa mendatang.

“Ini menjadi titik penting. Di dalam bauran energi nasional masih terdapat satu segmen yang sebenarnya bisa kita dorong lebih jauh, yakni energi terbarukan. Walaupun saya menjabat sebagai Dirjen Migas, isu ini tetap sangat relevan karena menyangkut masa depan energi kita,” ujar Laode dalam keterangan di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Ia mengingatkan bahwa dua dekade lalu Indonesia telah mencanangkan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi. Namun hingga kini kontribusinya masih berkisar pada level 15 hingga 16 persen.

Menurut Laode, angka tersebut masih berpotensi didorong lebih tinggi sejalan dengan berbagai kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah pengembangan bioetanol serta peningkatan campuran bahan bakar nabati dari B40 menuju B50.

“Kebijakan-kebijakan tersebut dapat menjadi penguat bagi ketahanan energi kita. Belum tentu negara lain memiliki sumber daya alam sebesar yang dimiliki Indonesia,” katanya.

Pemerintah sendiri saat ini mempercepat pemanfaatan EBT sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Selain itu, upaya ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW).

Menurutnya, pembangunan PLTS berskala besar tersebut merupakan bagian dari strategi percepatan transisi energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi alternatif yang tersedia di dalam negeri.

Bahlil menambahkan bahwa optimalisasi pemanfaatan EBT tidak hanya bertumpu pada energi surya. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan sumber energi lain seperti panas bumi (geothermal) serta tenaga air yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan merupakan langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Presiden bahkan telah menugaskan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi. Tugas tersebut mencakup percepatan pemanfaatan energi bersih di dalam negeri, termasuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya guna memperluas sistem elektrifikasi berbasis energi terbarukan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.