Logo
>

Jelang Pemberian Subsidi, Adu Motor Listrik Polytron Fox 350 Vs Alva N3

Polytron Fox 350 dan Alva N3 menawarkan performa, fitur modern, serta harga kompetitif di tengah rencana subsidi motor listrik Rp5 juta pada Juni 2026.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Jelang Pemberian Subsidi, Adu Motor Listrik Polytron Fox 350 Vs Alva N3
Komparasi motor listrik Polytron Fox 350 dan Alva N3, siapa lebih menarik? Foto: dok. Polytron

KABARBURSA.COM - Polytron Fox 350 dan Alva N3 menjadi dua model motor listrik yang cukup menarik untuk dimiliki. Kedua motor setrum ini menawarkan performa, jarak tempuh, fitur, sampai harga yang bersaing di kelasnya.

Motor listrik ini digadang-gadang bakal meramaikan pasar motor listrik di Tanah Air. Pasalnya, pemerintah bakal mengadakan subsidi motor listrik dengan insentif Rp5 juta per unit pada Juni 2026.

Subsidi dari pemeritah bakal membuat harga Polytron Fox 350 dan Alva N3 menjadi lebih terjangkau. Untuk membandingkan keduanya, berikut komparasi singkat motor listrik Polytron Fox 350 dan Alva N3. 

Dari sisi performa, Polytron Fox 350 dibekali motor listrik penggerak bertenaga 3.000 watt dan kecepatan maksimum hingga 95 kilometer (km) per jam. 

Fox 350 mengusung baterai kapasitas 3,75 kWh (Kilowatt-hour) dengan klaim jarak tempuh mencapai 130 kilometer dalam sekali pengisian daya. Pengecasan baterai dari 0-100 persen memerlukan waktu sekitar empat hingga lima jam.

Sementara Alva N3 hadir dengan motor listrik penggerak jenis hub drive dengan tenaga maksimum sekitar 6 HP dan kecepatan maksimum 80 km per jam. 

Untuk jarak tempuh, Alva N3 diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 km. Dengan baterai 3,3 kWh, pengecasannya memakan waktu 25 menit untuk mengecas baterai dari 10 sampai 50 persen yang didukung teknologi Boost Charge. 

Sementara untuk mengecas baterai dari 0-100 persen, membutuhkan waktu sekitar empat jam. Bicara tampilan, kedua motor mengusung karakter berbeda meskipun tetap terlihat modern layaknya skuter urban. 

Polytron Fox 350 membawa desain sporty dengan bodi bergaya agresif dan meruncing tajam. Konsepnya mirip dengan Maxi Scooter namun dengan ukuran lebih ringkas.

Sementara Alva N3 membawa tampilan elegan dan modern yang relatif cocok untuk anak muda. Sekilas desainnya mengingatkan dengan rupa Honda Vario 160 namun tampak lebih futuristik.

Soal fitur, Alva N3 menawakan kemampuan hill start assist (HSA) dan hill descent assist (HDA) untuk meningkatkan keamanan saat di jalanan terjal. 

Alva N3 juga sudah dibekali cruise controlkeyless system, lampu LED dengan daytime running light, panel instrumen digital, alarm, port USB untuk mengisi daya gawai, rem depan-belakang cakram, konektivitas ke aplikasi My Alva, hingga tiga mode berkendara yakni Eco, Urban, dan Sport.

Di sisi lain, Polytron Fox 350 juga tak kalah canggih dengan fitur panel instrumen digital, port USB untuk mengisi daya ponsel, keyless, alarm, rem depan-belakang cakram, teknologi regenerative brakingcruise controlhill start assist, konektivitas ke aplikasi Polytron EV, hingga sistem pencahayaan full LED plus DRL.

Menilik banderolnya, Polytron Fox 350 dipasarkan Rp22,5 juta on the road (OTR) Jakarta dengan layanan sewa baterai. Kalau dibeli dengan baterainya, harga unitnya menjadi Rp34,5 juta. Sementara Alva N3 ditawarkan Rp16,7 juta di luar harga baterainya. Jika dibeli berikut baterai, harganya saat ini Rp31,5 juta.

Dari perbandingan keduanya, Alva N3 menawarkan jarak tempuh lebih tinggi, sementara Fox 350 memiliki performa sedikit di atas N3.

Kedua model juga menawarkan fitur yang saling bersaing. Aspek ini tinggal menyesuaikan kebutuhan pengguna.

Sementara dari sisi harga, Alva N3 dengan fitur dan desain yang tak kalah menarik mampu menyodorkan banderol lebih ekonomis dibanding Fox 350.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.