Logo
>

Program BRI Sulap Lahan Kosong Jadi Bernilai

Kelompok tani di Jakarta Timur ubah lahan tidur jadi urban farming produktif dengan dukungan BRI, dorong ekonomi warga dan pemberdayaan perempuan.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Program BRI Sulap Lahan Kosong Jadi Bernilai
Urban farming hidupkan lahan tidur di Jakarta, BRI dorong pemberdayaan perempuan. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - Pemanfaatan lahan terbengkalai di kawasan perkotaan kini semakin masif dilakukan.

Salah satunya melalui konsep urban farming yang mampu menghadirkan ruang hijau, serta manfaat lainnya seperti memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Inisiatif urban farming terlihat di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Lahan tidur milik pemerintah daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi, dapat disulap menjadi area pertanian urban berbasis hidroponik oleh kelompok tani Buaran Citra Lestari.

Kelompok tersebut beranggotakan warga RT 09/RW 13 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Ketua kelompok tani Buaran Citra Lestari, Lydwina mengatakan,  pengembangan urban farming ini berawal dari inisiatif warga yang ingin mengoptimalkan lahan kosong agar lebih produktif.

"Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022," ujarnya lewat keterangan resmi BRI, Rabu 15 April 2026.

Seiring waktu, warga membentuk beberapa kelompok tani untuk mengelola area tersebut. Buaran Citra Lestari menjadi salah satu yang aktif mengembangkan berbagai komoditas.

Saat ini, kelompok tersebut membudidayakan beragam sayuran seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, seledri, kacang panjang, hingga cabai rawit. Selain itu, mereka juga mengelola budidaya ikan lele dan nila dengan sistem bioflok.

Tak hanya menjual hasil panen segar, kelompok ini juga mengolah produk turunan, salah satunya teh bunga telang.

Seluruh hasil produksi kini dipasarkan ke warga sekitar. Sementara keuntungan usaha diputar kembali untuk operasional dan pengembangan.

Perkembangan urban farming ini semakin pesat setelah mendapat dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli melalui BRInita (BRI Bertani di Kota).

"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," imbuh perempuan yang akrab dipanggil Ina.

Memasuki 2026, dukungan tersebut berlanjut melalui berbagai pelatihan lanjutan, mulai dari budidaya anggur, pengolahan pascapanen seperti nugget bayam, hingga pelatihan packaging dan pemasaran produk.

Program ini juga memperkuat sarana produksi, seperti renovasi ruang anggur, pembaruan area kawasan, pemberian benih ikan nila, hingga penyediaan media tanam dan kemasan produk.

Menurut Ina, keberadaan greenhouse menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hasil panen. Selain itu, urban farming juga menjadi ruang aktivitas sosial yang produktif, khususnya bagi anggota yang sebagian besar merupakan pensiunan.

"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," terangnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, program BRInita menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan produktif berbasis lingkungan.

“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” jelas Dhanny.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah menjangkau 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau dengan melibatkan 1.351 orang.

Program ini juga mencatat dampak signifikan, termasuk kontribusi 47 persen terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya perempuan.

Terkait dampak lingkungan, program BRInita mampu menghasilkan lebih dari 25.800 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter enzim ramah lingkungan, hingga berkontribusi terhadap efisiensi emisi sebesar 645,7 kg CO2-eq (Karbondioksida Ekuivalen)
dari aktivitas pertanian hidroponik.(info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.