[INFOGRAFIK] Lulusan Kampus Tapi Menganggur
KABARBURSA - Ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan industri di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan grafik pie terbaru, tercatat 53,33% pekerja mengalami vertical mismatch, yaitu ketika tingkat pendidikan mereka tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Sementara itu, sebanyak 60,52% pekerja menghadapi horizontal mismatch, yang artinya mereka bekerja di bidang yang tidak relevan dengan jurusan pendidikan yang ditempuh. Di sektor industri manufaktur, distribusi tenaga kerja menunjukkan dominasi lulusan SD dan SMP yang mencapai sekitar 50%, menandakan bahwa sektor ini masih mengandalkan tenaga kerja berpendidikan rendah.
Di sisi lain, tren pertumbuhan lulusan pendidikan tinggi dari tahun 2021 hingga 2025 menunjukkan peningkatan yang cukup stabil, dari 1,70 juta lulusan pada 2021 menjadi proyeksi 2,00 juta pada 2025. Namun, angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri yang juga terus meningkat, dari 17,73 juta pada 2021 menjadi estimasi 21,70 juta pada 2025. Ketimpangan ini menegaskan pentingnya penyelarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri agar output perguruan tinggi dapat terserap secara optimal di pasar kerja.