[INFOGRAFIS] Data Pengangguran Terbuka dan Tertutup
KABARBURSA - Pengangguran Tertutup di Jakarta Tembus 3,6 Juta: Fenomena yang Tak Tercermin di Statistik Resmi
Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta per Agustus 2024 tercatat hanya 6,21% atau setara 337.992 orang, kenyataan di balik angka tersebut menunjukkan persoalan yang jauh lebih besar. Data Sakernas 2024 mencatat sebanyak 3.650.654 orang di DKI Jakarta masuk kategori pengangguran tertutup—mereka tidak bekerja dan tidak sedang mencari kerja. Dari jumlah ini, 819 ribu masih sekolah, 1,77 juta mengurus rumah tangga, dan lebih dari 326 ribu tidak bekerja karena alasan lainnya. Totalnya, hampir 35% dari populasi usia kerja di Jakarta tergolong tidak aktif secara ekonomi, mengindikasikan beban pengangguran tersembunyi yang jauh lebih besar daripada yang tercermin dalam angka resmi.
Secara nasional, situasinya pun tak kalah serius. Dari 7,46 juta total pengangguran Indonesia, sekitar 2 juta orang (27%) tergolong pengangguran tertutup—mereka yang tidak lagi aktif mencari pekerjaan, baik karena putus asa, menunggu waktu kerja dimulai, atau kehilangan kepercayaan pada sistem ketenagakerjaan. Angka ini memperlihatkan bahwa krisis pengangguran tidak hanya soal pencari kerja aktif, tetapi juga menyangkut jutaan warga yang telah “keluar” dari sistem kerja formal. Fenomena ini mencerminkan tantangan struktural besar: mulai dari akses pelatihan yang tidak merata, minimnya peluang kerja, hingga hambatan sosial-kultural seperti peran gender dan ketimpangan digital. Ini adalah sinyal darurat bagi pembuat kebijakan untuk mendesain ulang strategi ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.