Logo

[INFOGRAFIS] Saham Sektor Apa yang Aman Saat Rupiah Melemah?

Terbit pada 24 April 2025 Oleh: Redaksi KabarBursa.com
[INFOGRAFIS] Saham Sektor Apa yang Aman Saat Rupiah Melemah?

KABARBURSA - Dalam satu dekade terakhir, depresiasi rupiah menjadi momen krusial yang menguji ketahanan emiten di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data historis, saham dari sektor komoditas, konsumer berbahan baku lokal dan ekspor, perbankan besar, serta telekomunikasi terbukti paling tahan terhadap gejolak nilai tukar. Emiten seperti PT Adaro Energy (ADRO), PT Vale Indonesia (INCO), dan PT Aneka Tambang (ANTM) memanfaatkan pendapatan dalam dolar AS dari ekspor batu bara dan nikel, menjadikan mereka diuntungkan ketika rupiah melemah. Di sisi lain, perusahaan seperti PT Mayora Indah (MYOR) dan PT Gudang Garam (GGRM) mampu bertahan karena basis produksi domestik dan ekspor yang kuat, sementara perbankan papan atas seperti BCA (BBCA), Mandiri (BMRI), dan BRI (BBRI) memiliki sistem manajemen risiko nilai tukar yang solid.

Sektor telekomunikasi juga mencatat performa tangguh, dengan PT Telkom Indonesia (TLKM) dan Indosat (ISAT) memanfaatkan model bisnis berbasis kebutuhan pokok masyarakat yang stabil dalam rupiah. Di tengah tekanan nilai tukar, investor kerap beralih ke saham-saham ini karena dinilai defensif dan berpotensi menjaga nilai investasi. Hal ini berbeda dengan sektor properti atau industri padat utang valas, yang justru terpukul saat rupiah terdepresiasi. Dalam lanskap pasar yang dinamis, mengetahui sektor-sektor yang historis tahan banting terhadap depresiasi menjadi kunci bagi investor untuk menyusun portofolio tangguh menghadapi ketidakpastian makroekonomi.