Logo
>

Harga Minyak Menguat, The Fed Isyaratkan Turunkan Suku Bunga

Harga minyak menguat tipis dipicu ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan penurunan stok AS. Pasar mencermati data ekonomi dan kebijakan OPEC+.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Harga Minyak Menguat, The Fed Isyaratkan Turunkan Suku Bunga
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Harga minyak global mencatat penguatan tipis pada awal pekan ini, didorong oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve Amerika Serikat dapat memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

    Optimisme tersebut muncul setelah inflasi di Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda moderasi, sehingga mendorong ekspektasi bahwa kebijakan moneter yang ketat dapat segera dilonggarkan.

    Sentimen ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga dalam dua hingga tiga hari terakhir.

    Dalam laporan The Economic Times, Gubernur The Fed Christopher Waller menyampaikan bahwa moderasi inflasi membuka peluang bagi bank sentral untuk mempertimbangkan langkah penurunan suku bunga.

    “Jika inflasi terus mengalami moderasi, langkah pertama adalah penurunan suku bunga,” ujar Waller seperti dikutip KabarBursa.com, Senin, 24 November 2025.

    Pasar menilai pernyataan ini sebagai sinyal kuat bahwa sikap kebijakan moneter mulai bergeser ke arah yang lebih longgar.

    Harga minyak mentah acuan Brent diperdagangkan di kisaran USD 73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada dekat USD 69 per barel.

    Pergerakan tersebut menggambarkan penguatan terbatas, namun stabil, seiring investor menilai perkembangan makroekonomi yang berlangsung.

    Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi, sehingga sentimen ini menjadi penopang utama harga dalam beberapa hari terakhir.

    Selain faktor kebijakan moneter, penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat turut memberikan dorongan tambahan bagi harga.

    Laporan terbaru menunjukkan adanya penurunan stok yang mencerminkan konsumsi domestik yang tetap stabil. Penurunan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar, terutama di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

    Sementara di sisi lain, pasar tetap mencermati dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak global. Hingga saat ini belum ada gangguan besar terhadap suplai dari kawasan produsen utama, namun ketidakpastian tetap menjadi faktor yang diperhitungkan pelaku pasar.

    Perhatian juga tertuju pada OPEC+, yang kebijakan produksinya akan menjadi penentu penting bagi arah harga dalam beberapa pekan ke depan.

    Kendati demikian, ruang penguatan harga dinilai masih terbatas. Kekhawatiran perlambatan ekonomi di beberapa wilayah, seperti Eropa dan Asia, masih menahan laju kenaikan.

    Pasar kini menunggu perkembangan berikutnya dari data ekonomi Amerika Serikat serta langkah-langkah kebijakan The Fed, yang akan menjadi acuan utama bagi sentimen minyak dalam jangka pendek.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.