KABARBURSA.COM – Pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, asing ramai masuk ke saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Ada net buy sebesar 26,28 juta saham, namun secara harga pasar tidak bergerak ke mana-mana.
Harga ditutup di 89, sama dengan penutupan sebelumnya, tanpa perubahan. Asing membeli sekitar 64,60 juta saham dan menjual 38,31 juta saham. Selisihnya memang positif. Ini berarti secara bersih, asing masuk.
Namun, ketika net buy sebesar itu tidak mampu mendorong harga naik, ada satu kemungkinan besar: pembelian tersebut tidak dilakukan secara agresif, melainkan melalui proses penyerapan.
Orderbook memperkuat gambaran ini. Di sisi bid, terlihat penumpukan yang cukup tebal di level 89, dengan antrian mencapai lebih dari 200 ribu lot. Di bawahnya, lapisan bid juga relatif rapi dan berjenjang.
Ini mencerminkan bahwa permintaan memang ada, tetapi tidak dalam mode mengejar harga. Mereka menunggu di bawah atau tepat di harga sekarang.
Sebaliknya, sisi offer terlihat jauh lebih berat. Total offer sekitar 2,75 juta lot, hampir tiga kali lipat dari total bid yang berada di kisaran 932 ribu lot. Ini adalah struktur yang tidak lazim untuk saham yang sedang siap rally.
Jika ini adalah sinyal lanjut naik, biasanya sisi offer akan menipis, atau setidaknya mulai tersaring. Yang terlihat justru sebaliknya: supply muncul bertahap dan cukup tebal dari 90 ke atas.
Kondisi ini memberi sinyal bahwa yang terjadi hari ini bukanlah aksi kejar harga, melainkan proses negosiasi. Asing masuk, tetapi pasar tidak melonjak. Artinya, ada pihak lain yang bersedia melepas di harga sekarang. Ini adalah ciri khas fase penyerapan, bukan fase breakout.
Ketika asing membeli cukup besar tetapi harga tidak bergerak, itu sering kali menandakan bahwa mereka sedang membangun posisi tanpa ingin menaikkan harga terlalu cepat. Ini bisa menjadi awal dari sesuatu, tetapi belum bisa disebut sebagai sinyal lanjut naik.
Apakah ini mau dibuang? Juga belum tentu. Kalau ini adalah fase distribusi besar-besaran, biasanya kita melihat tekanan jual yang menekan harga turun, bukan harga yang bertahan di level yang sama. Fakta bahwa harga tetap di 89, tidak jebol ke bawah, menunjukkan bahwa permintaan cukup kuat untuk menahan tekanan.
Dengan struktur seperti ini, COAL lebih tepat dibaca sedang berada di fase keseimbangan baru. Asing masuk, supply juga keluar, dan harga diam. Ini bukan fase euforia, bukan juga fase panik. Ini fase uji.
Jika ini benar-benar mau lanjut naik, yang harus muncul berikutnya adalah perubahan struktur, yaitu offer mulai tersaring, bid mulai naik level, dan harga mulai bertahan di atas 89–90. Tanpa itu, semua net foreign buy hari ini akan tetap menjadi angka statistik, bukan katalis.
Sebaliknya, jika supply terus menekan dan bid mulai turun level, barulah kita bisa bicara soal potensi distribusi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.