KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup menguat tipis sebesar 4 poin ke level Rp17.138 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 16 April 2026. Penguatan rupiah dipengaruhi oleh peluang meredanya konflik di Timur Tengah (Tengah).
Pengamat mata uang, Ibrahim Assu’aibi mengatakan ketegangan antara AS-Iran mulai mereda. Hal ini dikarenakan Iran berpeluang mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz.
"Gedung Putih menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sambil juga memperingatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika tetap menentang," ujar dia dalam keterangannya.
Ibrahim membeberkan para pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut setelah negosiasi pada akhir pekan kemarin berakhir tanpa terobosan.
Lebih lanjut dia menyampaikan, Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz jika kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik baru.
"Perang AS-Israel dengan Iran telah mengakibatkan gangguan pasokan minyak dan gas global terbesar yang pernah terjadi karena gangguan lalu lintas Iran melalui selat tersebut, yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia," ungkapnya.
Ibrahim menambahkan, AS telah memberlakukan blokade terhadap pengiriman barang yang meninggalkan pelabuhan Iran, yang menurut militer AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan masuk dan keluar negara itu melalui laut.
"Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Rabu bahwa Washington tidak akan memperbarui pengecualian yang memungkinkan pembelian beberapa minyak Iran dan Rusia tanpa menghadapi sanksi AS," tutur dia,
Adapun pada perdagangan besok, Jumat, 17 April 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.130- Rp17.170. (*)