KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup melemah tipis sebesar 1 poin ke level Rp17.105 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 13 April 2026. Pelemahan ini terjadi seiring gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Presiden AS, Donald Trump menyebut angkatan laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, meningkatkan taruhan setelah perundingan maraton dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
"Membahayakan gencatan senjata dua minggu yang rapuh," kata Ibrahim dalam keterangannya.
Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran pada pukul 10 pagi ET (1400 GMT).
Menurut Ibrahim, blokade tersebut akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
"Pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran, dan informasi tambahan akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum dimulainya blokade, demikian pernyataan tersebut," ungkap Ibrahim.
Sebaliknya, lanjut Ibrahim, Garda Revolusi Iran mengaggap setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas.
Di sisi lain, pelemahan juga berbarengan dengan Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5,2 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu (5,1 persen) namun lebih rendah dari target pemerintah (5,4 persen).
"Proyeksi tersebut masih dalam rentang target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5±1 persen," kata Ibrahim
"Meski prospek perekonomian Indonesia cenderung baik, ADB mewanti-wanti sejumlah risiko yang dapat mengganggu. Ketegangan geopolitik global yang belum mereda serta fluktuasi harga komoditas energi disebut masih menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi nasional," tambah dia.
Adapun untuk perdagangan besok, Selasa, 14 April 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.100- Rp17.150. (*)