KABARBURSA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Maret 2026 sebesar 3,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,95. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama sektor energi dan perawatan pribadi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono menyatakan inflasi terjadi akibat kenaikan harga di hampir seluruh kelompok konsumsi masyarakat.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,” ujar Ateng dalam laporan resmi BPS, 1 April 2026.
Secara bulanan, inflasi Maret tercatat sebesar 0,41 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 0,94 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti berada di level 2,52 persen secara tahunan.
Dari sisi kelompok pengeluaran, tekanan terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat inflasi tertinggi sebesar 15,32 persen. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 7,24 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,34 persen, sementara kelompok transportasi naik 0,61 persen. Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mencatat deflasi sebesar 0,03 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan segar, dan beras. Tarif listrik menyumbang inflasi sebesar 0,97 persen, sementara emas perhiasan sebesar 0,96 persen.
Secara regional, inflasi tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Aceh sebesar 5,31 persen, sedangkan terendah terjadi di Lampung sebesar 1,16 persen. Pada tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi tercatat di Kota Gunungsitoli sebesar 6,30 persen.
Sementara itu, Kabupaten Minahasa Utara menjadi satu-satunya daerah yang mengalami deflasi tahunan sebesar 0,31 persen.
Dari sisi komponen, inflasi energi tercatat sebesar 9,08 persen secara tahunan dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,94 persen. Adapun komponen bahan makanan mengalami inflasi sebesar 3,78 persen dengan andil 0,79 persen terhadap inflasi nasional.
Data BPS juga menunjukkan inflasi Maret 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,03 persen. Kenaikan ini mencerminkan tekanan harga yang lebih luas di berbagai sektor konsumsi.(*)