Logo
>

Dow Junes Futures Anjlok, Respons Harga Minyak USD100?

Kontrak berjangka Dow Jones jatuh hingga hampir 1.000 poin saat harga minyak dunia menembus USD100 per barel.

Ditulis oleh Syahrianto
Dow Junes Futures Anjlok, Respons Harga Minyak USD100?
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat merosot di Wall Street ketika perdagangan kembali dibuka pada Minggu, 8 Maret 2026, malam waktu setempat, setelah harga minyak mentah menembus USD100 per barel di tengah belum adanya tanda de-eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran dalam perang yang berlangsung di Asia Barat.

Kontrak berjangka Dow Jones sempat turun hingga 950 poin, kontrak berjangka S&P 500 turun lebih dari 100 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq anjlok hingga 400 poin pada awal perdagangan.

Baik kontrak berjangka Brent maupun minyak mentah Amerika Serikat melonjak hampir 20 persen ketika perdagangan kembali dibuka setelah jeda akhir pekan dan menembus level USD100 per barel. 

Kedua jenis minyak tersebut kini diperdagangkan mendekati level USD110 per barel. 

Harga minyak sempat pulih pada Jumat, 6 Maret 2026 malam setelah sebelumnya turun, setelah Menteri Energi Qatar memperingatkan bahwa harga dapat melonjak hingga USD150 jika negara-negara Teluk terpaksa menghentikan produksi akibat perang yang sedang berlangsung di Asia Barat.

Wall Street juga mengalami tekanan jual pada sesi perdagangan Jumat akibat berbagai kekhawatiran yang melingkupi pasar keuangan, termasuk lonjakan harga minyak. 

Indeks Dow Jones turun 3 persen sepanjang pekan lalu, yang merupakan penurunan terburuk sejak pengumuman tarif “Liberation Day” oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada April tahun lalu. 

Indeks S&P 500 juga turun 2 persen pekan lalu, sementara indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi melemah 1,2 persen.

Penurunan tersebut semakin tajam setelah laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan, yang memunculkan pertanyaan mengenai stabilitas pasar tenaga kerja di Amerika Serikat. 

Data non-farm payrolls pada Februari tercatat turun 92.000, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan penambahan 50.000 pekerjaan.

“Pasar jelas berada dalam kondisi gelisah karena dampak dan durasi perang di Timur Tengah sangat tidak pasti, dengan berbagai kemungkinan hasil bagi ekonomi dan faktor-faktor penting yang memengaruhi pasar,” tulis Chief Investment Officer BlackRock, Rick Rieder, kepada para klien.

Saham BlackRock juga turun lebih dari 7 persen pada Jumat setelah perusahaan tersebut membatasi penarikan dana investor pada salah satu dana terbesarnya.

Pekan ini juga menjadi periode penting dari sisi makroekonomi, karena investor menantikan sejumlah rilis data ekonomi, termasuk inflasi CPI bulan lalu, inflasi PCE, data produk domestik bruto (PDB), serta laporan pembukaan lapangan kerja yang dijadwalkan dirilis pada akhir pekan ini.

Selain itu, laporan kinerja keuangan juga akan dirilis oleh sejumlah perusahaan seperti Hewlett Packard Enterprises, Kohl's, Oracle, Dollar General, dan Dick's Sporting Goods. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.