KABARBURSA.COM – Dua emiten besar akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin, 8 Juni 2026. PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), keduanya akan membahas laporan tahunan dan penggunaan laba bersih.
Tetapi, ada beberapa agenda yang memiliki potensi memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar.
ELSA: Fokus pada Dividen dan Perubahan Pengurus
RUPS ELSA dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 14.00 WIB di Ruang Udaya, Graha Elnusa, Jakarta Selatan.
Terdapat tujuh agenda utama yang akan dibahas, yaitu persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, penetapan penghargaan atas kinerja direksi tahun buku 2025, remunerasi direksi dan komisaris tahun 2026, perubahan anggaran dasar, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Dari seluruh agenda tersebut, perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada dua hal. Pertama, penggunaan laba bersih yang selalu berkaitan dengan potensi pembagian dividen atau strategi ekspansi perusahaan.
Kedua, perubahan susunan pengurus yang berpotensi membawa arah kebijakan baru bagi anak usaha Pertamina tersebut.
Namun secara teknikal, ELSA datang ke RUPS dalam kondisi yang kurang ideal. Saham ini ditutup melemah 4,96 persen ke level 575 setelah dibuka di 600 dan sempat menyentuh level terendah 570.
Order book juga menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan. Total antrean bid tercatat sekitar 46 ribu lot, sedangkan antrean offer mencapai lebih dari 86 ribu lot. Pelaku pasar masih lebih banyak menunggu di sisi penjual dibandingkan pembeli.
Meski demikian, foreign buy mencapai sekitar Rp3,2 miliar, lebih tinggi dibanding Foreign Sell sebesar Rp2,4 miliar. Artinya, investor asing masih mencatatkan akumulasi tipis di tengah koreksi harga.
Artinya, pelemahan ELSA belum mencerminkan perubahan fundamental, namun lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Selama harga mampu bertahan di atas area 570, peluang technical rebound pasca-RUPS masih terbuka apabila terdapat keputusan yang dinilai positif oleh pasar.
TLKM: Buyback dan Perombakan Pengurus
Berbeda dengan ELSA, RUPS TLKM memiliki agenda yang lebih luas dan strategis. Selain persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, remunerasi pengurus, penunjukan akuntan publik, perubahan anggaran dasar, serta perubahan pengurus, terdapat satu agenda yang paling banyak mendapat perhatian pelaku pasar, yaitu persetujuan pembelian kembali saham (buyback).
Selain itu, TLKM juga akan membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan RKAP 2027 kepada pihak yang ditunjuk RUPS.
Agenda buyback memiliki arti penting karena dapat menjadi sinyal bahwa manajemen menilai harga saham saat ini berada di bawah nilai wajarnya. Dalam banyak kasus, program buyback mampu menjadi penyangga psikologis ketika pasar sedang mengalami tekanan.
Namun, sentimen tersebut datang di tengah kondisi teknikal yang belum sepenuhnya pulih. Pada perdagangan terakhir, TLKM turun 4,83 persen ke level 2.760 dari pembukaan di 2.900.
Tekanan jual juga masih cukup besar. Foreign Buy tercatat Rp206,76 miliar, tetapi Foreign Sell mencapai Rp254,74 miliar sehingga menghasilkan net foreign sell sekitar Rp47,98 miliar.
Arus keluar dana asing tersebut menunjukkan investor institusi masih memilih mengurangi eksposur terhadap saham telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut. Meski demikian, penurunan TLKM juga mulai membawa valuasi ke area yang lebih menarik bagi investor jangka panjang.
Apabila RUPS memberikan kepastian mengenai besaran dividen, buyback, serta perubahan manajemen yang diterima positif oleh pasar, peluang terjadinya technical rebound cukup terbuka.
Mana yang Lebih Menarik?
Jika melihat momentum jangka pendek, ELSA memiliki peluang mendapatkan dorongan sentimen dari potensi penggunaan laba bersih dan perubahan pengurus, apalagi asing masih mencatatkan akumulasi tipis di tengah pelemahan harga.
Sementara TLKM menawarkan katalis yang lebih besar melalui agenda buyback dan restrukturisasi pengurus, tetapi masih harus menghadapi tekanan jual asing yang belum mereda.
Dengan kondisi IHSG yang masih berada dalam tren turun, investor sebaiknya tidak terburu-buru mengejar kenaikan setelah RUPS.
Strategi yang lebih bijak adalah menunggu respons pasar terhadap hasil rapat.
Jika ELSA mampu bertahan di atas 570 dengan volume yang meningkat, peluang rebound jangka pendek akan semakin terbuka.
Sementara pada TLKM, area 2.700-2.760 menjadi zona penting yang layak diperhatikan. Apabila level tersebut mampu dipertahankan dan disertai berkurangnya tekanan jual asing, saham ini berpotensi menjadi salah satu pilihan defensif yang menarik ketika sentimen pasar mulai membaik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.