KABARBURSA.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan pemerintah agar lonjakan harga BBM nonsubsidi tidak menjalar luas ke harga kebutuhan pokok. Ia menekankan, penyesuaian yang terjadi saat ini terbatas pada BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi. Artinya, dampaknya semestinya tidak langsung menekan harga barang-barang esensial.
“Pemerintah harus memastikan efek kenaikan ini tidak merembet ke kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan komoditas vital lainnya wajib dijaga agar daya beli masyarakat tidak terkikis,” ujarnya dalam keterangan resmin di Jakarta, Senin 20 April 2026.
Ia mengakui, keputusan menaikkan harga BBM nonsubsidi terasa abrupt bagi publik. Namun, dalam lanskap global yang penuh tekanan, khususnya di sektor energi, kebijakan semacam ini kerap menjadi opsi yang sulit dihindari.
“Dalam konteks tekanan global terhadap energi, penyesuaian harga BBM bisa menjadi keniscayaan. Meski begitu, momentum dan cara penyampaian kebijakan harus diperhitungkan dengan cermat agar tidak memicu keresahan,” tambah politisi Fraksi PKB tersebut.
Lebih jauh, Rivqy menyoroti urgensi transparansi pemerintah dalam menjelaskan kondisi riil sektor BBM nasional. Ia menilai, keterbukaan terkait ketersediaan pasokan, beban subsidi, hingga kompleksitas distribusi akan membantu publik memahami latar belakang kebijakan.
“Kami mendorong pemerintah untuk memaparkan secara komprehensif kondisi sektor BBM saat ini. Publik tidak hanya perlu menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensi di baliknya,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya langkah antisipatif yang terstruktur. Pemerintah bersama BUMN energi dinilai harus memastikan stabilitas pasokan dan harga energi tetap terjaga di masa mendatang. Strategi pengelolaan distribusi serta cadangan energi harus dirancang dengan presisi.
Rivqy berharap, pemerintah terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan sekaligus merumuskan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sejak Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan data di situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak signifikan dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.
Kenaikan serupa juga terjadi pada Dexlite yang naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Adapun Pertamina DEX turut terdongkrak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, mencerminkan tekanan harga yang cukup tajam.
Di sisi lain, harga Pertamax dengan RON 92 masih bertahan di level Rp12.300 per liter. Begitu pula dengan Pertalite yang tetap berada di angka Rp10.000 per liter, serta Pertamina Biosolar yang tidak berubah di Rp6.800 per liter.(*)