Logo
>

Emas Terbang Tiga Persen ke USD4.536, Pasar Mulai Berubah Arah

Lonjakan harga emas terjadi setelah aksi beli saat koreksi, di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan perubahan ekspektasi suku bunga global.

Ditulis oleh Syahrianto
Emas Terbang Tiga Persen ke USD4.536, Pasar Mulai Berubah Arah
Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)

KABARBURSA.COM – Harga emas global mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026 waktu setempat atau Sabtu, 28 Maret 2026 WIB. 

Kenaikan ini melampaui 3 persen, didorong aksi pembelian saat harga terkoreksi, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Mengacu pada laporan CNBC, harga emas spot naik 3,6 persen ke posisi USD 4.536,29 per ons troy. Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk pengiriman April di Amerika Serikat juga menguat 3,6 persen ke level USD 4.533,70 per ons troy.

Penguatan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh titik terendah dalam empat bulan, yakni USD 4.097,99 pada awal pekan. Kondisi tersebut memicu kembali minat beli investor yang memanfaatkan penurunan harga sebelumnya.

Senior Market Strategist RJO Futures, Daniel Pavilonis, menilai situasi ini membuka peluang masuk bagi pelaku pasar. Ia menyebut penurunan sebelumnya menjadi momentum karena harga sempat bergerak di bawah rata-rata 200 hari.

Ia juga melihat tren kenaikan emas masih berpotensi berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika ketegangan geopolitik mulai mereda. Menurutnya, kenaikan harga kemungkinan berlangsung secara bertahap.

Di sisi lain, harga minyak dunia tetap bertahan di atas USD110 per barel. Kondisi ini terjadi di tengah keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali jalur Selat Hormuz.

Konflik yang telah memasuki minggu keempat tersebut menunjukkan perluasan dampak di kawasan Timur Tengah. Efeknya mulai terasa pada perekonomian global, terutama melalui kenaikan harga energi dan pupuk yang memicu kekhawatiran inflasi.

Tekanan inflasi tersebut turut memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga, yang secara umum dapat menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Data dari CME Group menunjukkan pasar tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga sepanjang 2026. Sebelumnya, ekspektasi pasar sempat mengarah pada dua kali pemangkasan sebelum konflik meningkat.

Namun demikian, Commerzbank justru merevisi naik proyeksi harga emas hingga akhir tahun menjadi USD5.000 per ons troy dari sebelumnya USD4.900. Bank tersebut menilai penurunan harga sebelumnya tidak akan berlangsung dalam waktu lama.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 4,4 persen ke USD71,01 per ons troy. Platinum menguat 3 persen menjadi USD1.882,05 per ons troy, sementara paladium naik 3,7 persen ke level USD1.403,54 per ons troy.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.