Logo
>

ESDM Target Pembangunan 1 Juta Sambungan Jargas untuk Tekan Impor LPG

ESDM menargetkan 1 juta sambungan jargas dalam dua tahun guna mengurangi impor LPG dan subsidi energi.

Ditulis oleh Gusti Ridani
ESDM Target Pembangunan 1 Juta Sambungan Jargas untuk Tekan Impor LPG
Kementerian ESDM membidik pembangunan 1 juta sambungan jargas hingga 2028 untuk menekan impor LPG dan subsidi energi nasional. Foto: Dok. ESDM.

KABARBURSA.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia meluncurkan formula inovatif yang agresif dengan menargetkan pembangunan 1 juta Sambungan Rumah (SR) Jaringan Gas Bumi (Jargas) hanya dalam kurun waktu dua tahun.

Target ini menandai lompatan kuantum (quantum leap) dibanding realisasi kebijakan selama 15 tahun terakhir yang dinilai berjalan lambat dan kurang efektif memangkas ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut, total akumulasi pembangunan jargas rumah tangga selama 15 tahun ke belakang hanya mampu mencapai 900.000 SR.

Angka tersebut dinilai sangat tidak signifikan dalam mereduksi konsumsi LPG subsidi 3 kilogram, mengingat basis konsumen LPG di Indonesia saat ini telah menembus angka 70 juta rumah tangga.

"Pak Menteri Bahlil masuk dengan formula yang lebih inovatif. Bangun jargas 2 tahun 1 juta SR. Jadi kalau 15 tahun hanya 900.000, kini 2 tahun dikejar 1 juta," ungkap Dirjen Migas dalam sebuah podcast Kementerian ESDM baru-baru ini, dikutip Selasa 19 Mei 2026.

Untuk mengejar target masif tersebut, tahun pertama ini akan difokuskan pada pematangan seluruh regulasi, skema bisnis, serta penyiapan proses lelang terbuka bagi pihak swasta dan badan usaha. Pemerintah menjadwalkan implementasi fisik skala masif akan dimulai pada tahun depan.

Untuk tahun berjalan ini, Kementerian ESDM mematok target antara sebesar 130.000 SR sebagai jembatan transisi, sembari menyiapkan dokumen lelang untuk paket konsesi 1 juta SR tersebut. Seluruh proyek penambahan jaringan pipa rumah tangga ini ditargetkan rampung secara pararel pada 2028.

"Targetnya kalau di tahun ini kita masih 130.000 an sambungan rumah. Sambil kita siapkan lelang," kata Laode.

Di sisi lain, mengantisipasi kekhawatiran psikologis masyarakat terkait faktor keamanan gas pipa di area perumahan, pemerintah memastikan bahwa jargas memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibanding tabung elpiji konvensional.

Tekanan gas yang dialirkan ke rumah tangga telah diturunkan secara bertahap melalui stasiun pengatur tekanan hingga mencapai di bawah 1 bar, atau berada di bawah tekanan angin ban sepeda biasa.

"Dia (pipa gas) tekanannya sudah diturunkan beberapa kali. Jadi, pas nyampai rumah itu tekanan gasnya itu sudah dibawa tekanan ban sepeda," jelasnya.

Sebagai perbandingan, tekanan pada tabung LPG 3 kg berada di kisaran 5 hingga 10 bar, sehingga jargas pipa jauh lebih aman dari risiko ledakan fatal, namun tetap memiliki kalori yang optimal untuk kebutuhan memasak sehari-hari.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang