KABARBURSA.COM - Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan Jumat dini hari WIB, 3 Juli 2026, setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat melambat. Data tersebut mendorong pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sehingga meningkatkan daya tarik investasi pada logam mulia.
Di pasar spot, harga emas melesat 2,2 persen menjadi USD4.116,54 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 1,1 persen ke level USD4.125,70 per ons.
Selain penurunan data tenaga kerja AS, reli emas juga didukung pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,5 persen, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Kondisi ini kemudian mendorong peningkatan permintaan.
Laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan jumlah lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) hanya bertambah 57.000 sepanjang Juni. Angka tersebut jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 110.000 pekerjaan.
Sementara itu, tingkat pengangguran berada di level 4,2 persen. Data tersebut melengkapi laporan sehari sebelumnya yang juga menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta Amerika Serikat lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar.
Perkembangan tersebut mendorong pelaku pasar menyesuaikan kembali proyeksi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 51 persen dari sekitar 66 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih lemah mengurangi kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga pada sisa tahun ini.
Menurutnya, emas cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga berada pada level yang lebih rendah karena biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih kecil. Kondisi tersebut menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas.
Di sisi lain, Chairman Federal Reserve Kevin Warsh, menyatakan ekspektasi dan risiko inflasi mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, bank sentral Amerika Serikat tetap menegaskan komitmennya membawa inflasi kembali menuju target 2 persen.
Campur Tangan Bank Sentral Dunia
Selain faktor suku bunga, sentimen positif bagi emas juga datang dari meningkatnya pembelian oleh bank sentral dunia.
Laporan terbaru World Gold Council (WGC) menunjukkan cadangan emas resmi global bertambah bersih sebanyak 41 ton selama Mei. Data tersebut mengindikasikan bank-bank sentral masih melanjutkan strategi diversifikasi cadangan devisa melalui pembelian logam mulia.

Perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Putaran terbaru perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat berakhir tanpa kemajuan berarti menuju kesepakatan damai yang berkelanjutan sehingga ketidakpastian geopolitik masih menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan aset safe haven seperti emas.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan tajam. Harga perak spot naik 2,6 persen menjadi USD60,69 per ons. Platinum menguat 2,6 persen ke level USD1.617,00 per ons, sedangkan paladium melonjak 4,7 persen menjadi USD1.267,14 per ons.
Harga Emas dan Perak Antam Ikut Naik
Penguatan harga emas global turut tercermin di pasar domestik. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini naik Rp15.000 menjadi Rp2.640.000 per gram dari sebelumnya Rp2.625.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga berada di level Rp2.345.000 per gram.
Kenaikan tersebut terjadi seiring membaiknya sentimen pasar logam mulia global setelah dolar AS melemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve kembali menurun.
Selain emas, produk perak Antam juga menunjukkan harga yang lebih tinggi.
Harga perak Antam per gram berada di level Rp39.800. Produk perak Antam sendiri umumnya dipasarkan dalam bentuk Silver Bar dengan pecahan minimal 250 gram serta varian Heritage edisi khusus.
Berdasarkan daftar harga resmi Logam Mulia Antam, Silver Bar ukuran 250 gram dibanderol Rp10.350.000 atau Rp11.488.500 setelah dikenakan PPN 11 persen. Untuk ukuran 500 gram, harga dasar berada di level Rp19.900.000 atau Rp22.089.000 termasuk PPN.
Sementara itu, produk Heritage ukuran 31,1 gram dipasarkan seharga Rp1.785.557 atau Rp1.981.968 setelah PPN. Adapun Heritage ukuran 186,6 gram dibanderol Rp9.591.976 atau Rp10.647.093 termasuk PPN.
Penguatan harga emas global yang dipicu pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menjadi sentimen utama yang menopang kenaikan harga logam mulia. Di pasar domestik, kenaikan harga emas Antam dan perak Antam menunjukkan bahwa dampak sentimen global tersebut turut tercermin pada perdagangan logam mulia di Indonesia.(*)