KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menambah daftar emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada 1 Juli 2026, PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) menjadi emiten terbaru yang masuk dalam daftar tersebut.
Berdasarkan data kepemilikan per 25 Juni 2026, sebanyak 97,35 persen saham DGWG dikuasai secara agregat oleh sejumlah pemegang saham tertentu. Dengan masuknya DGWG, jumlah emiten yang masuk daftar HSC sepanjang kuartal II 2026 menjadi 14 perusahaan.
HSC merupakan metode yang digunakan BEI dan KSEI untuk mengidentifikasi emiten dengan tingkat kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi pada sekelompok pemegang saham. Kondisi tersebut umumnya membuat jumlah saham yang beredar di publik atau free float menjadi terbatas sehingga likuiditas perdagangan saham berpotensi lebih rendah dibandingkan emiten dengan kepemilikan yang lebih tersebar.
Meski demikian, BEI menegaskan bahwa masuknya suatu emiten ke dalam daftar HSC tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal.
"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," ujar Direktur BEI Yulianto Aji Sadono dalam pengumuman tersebut.
Daftar HSC pada kuartal II 2026 mulai diumumkan pada 2 April 2026. Saat itu, BEI menetapkan enam emiten, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham sebesar 97,31 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76 persen, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 95,35 persen, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) 99,77 persen, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) 95,47 persen, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang mencatat konsentrasi kepemilikan tertinggi sebesar 99,85 persen.
Selanjutnya, pada 8 Mei 2026, tiga emiten kembali masuk dalam daftar HSC, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan konsentrasi kepemilikan saham sebesar 98,14 persen, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 97,75 persen, dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94 persen.
BEI kemudian kembali menerbitkan pengumuman pada 29 Mei 2026 yang memasukkan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham sebesar 94,10 persen serta PT Mahkota Group Tbk (MGRO) sebesar 93,76 persen.
Daftar tersebut kembali bertambah pada 3 Juni 2026 dengan masuknya PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) yang memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan saham sebesar 94,27 persen.
Selain itu, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga tercatat dalam daftar HSC pada kuartal II 2026 dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham mencapai 98,35 persen.
Terbaru, berdasarkan data kepemilikan per 25 Juni 2026 yang diumumkan pada 1 Juli 2026, DGWG resmi masuk ke dalam daftar HSC setelah tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan saham sebesar 97,35 persen.
Dengan demikian, hingga awal Juli 2026 terdapat 14 emiten yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration, yakni BREN, DSSA, RLCO, IFSH, LUCY, ROCK, WBSA, AGII, MGLV, TCPI, MGRO, SATU, SOTS, dan DGWG.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.