Logo
>

Jangan Terlewat Cum Dividen 12 Emiten ini, Ada yang Kasih Yield Jumbo!

Jadwal Cum Date dividen 12 emiten per 2 Juli 2026. KBLI, SMDR, PMJS, dan BPFI tawarkan dividend yield tertinggi di atas 3 persen.

Ditulis oleh Syahrianto
Jangan Terlewat Cum Dividen 12 Emiten ini, Ada yang Kasih Yield Jumbo!
Sebanyak 12 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki masa Cum Date dividen pada perdagangan hari ini, Kamis, 2 Juli 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Sebanyak 12 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki masa Cum Date dividen pada perdagangan hari ini, Kamis, 2 Juli 2026. 

Momentum ini menjadi perhatian pelaku pasar modal menyusul bervariasinya tingkat imbal hasil (dividend yield) yang ditawarkan, di mana sejumlah emiten masih mampu mencatatkan persentase imbal hasil di atas 3 persen.

Cum Date atau tanggal terakhir bagi investor untuk berhak mendapatkan dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada hari ini. 

Selanjutnya, masa Ex Date dijadwalkan pada Jumat, 3 Juli 2026, diikuti oleh Recording Date atau pencatatan daftar pemegang saham yang berhak pada Senin, 6 Juli 2026.

Rincian Yield Dividen 12 Emiten

Berdasarkan harga penutupan perdagangan per 2 Juli 2026, persentase dividend yield dari 12 emiten tersebut bervariasi dari level di bawah 0,1 persen hingga yang tertinggi mencapai lebih dari 6 persen. 

PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) mencatatkan persentase dividend yield tertinggi sebesar 6,098 persen, dengan pembagian dividen Rp20 per saham pada harga penutupan Rp328. 

Di posisi kedua, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menawarkan yield sebesar 3,493 persen dengan dividen Rp9,5 per saham pada harga Rp272.

Selanjutnya, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMJS) dengan dividen Rp3,5 per saham pada harga Rp104 mencatatkan yield 3,365 persen. Diikuti oleh PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) yang membagikan dividen Rp7,96 per saham pada harga Rp240, menghasilkan yield sebesar 3,317 persen.

Untuk emiten dengan tingkat imbal hasil di kisaran 0,5 persen hingga 1,9 persen, data mencatat PT Indospring Tbk (INDS) membagikan dividen Rp5 per saham pada harga Rp252 (yield 1,984 persen), PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) membagikan Rp2,26 per saham pada harga Rp270 (yield 0,837 persen), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan dividen Rp10 per saham pada harga Rp1.520 (yield 0,658 persen).

Sementara itu, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mengumumkan dividen Rp4 per saham pada harga Rp610 (yield 0,656 persen), PT Soechi Lines Tbk (SOCI) sebesar Rp2 per saham pada harga Rp316 (yield 0,633 persen), dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) membagikan nilai dividen nominal terbesar yakni Rp40 per saham, namun dengan harga penutupan Rp7.002 menghasilkan yield sebesar 0,571 persen.

Emiten dengan catatan dividend yield terkecil berada di bawah level 0,2 persen, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan dividen Rp4,09 per saham pada harga Rp3.480 (yield 0,118 persen) dan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang membagikan dividen Rp0,5 per saham pada harga penutupan Rp690 (yield 0,072 persen).

Tahapan Jadwal Pembayaran

Meskipun mayoritas emiten memiliki kesamaan jadwal Cum, Ex, dan Recording Date, tanggal pendistribusian dana kepada rekening penampung modal investor (Payment Date) memiliki sedikit perbedaan.

PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) menjadwalkan pembayaran dividen pada tanggal 23 Juli 2026. Sementara itu, 11 emiten lainnya—termasuk SMDR, PMJS, BPFI, INDS, PDPP, MAPI, MAPA, SOCI, JECC, BREN, dan ALDO—akan melakukan pembayaran dividen tunai secara serentak pada hari berikutnya, yakni Jumat, 24 Juli 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.