KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 2 persen pada Senin, 2 Maret 2026, akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang lebih luas serta mendorong orang untuk mencari aset aman.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2,1 persen menjadi USD5.390,38 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 3 persen menjadi USD5.406,30 per ons.
"Yang kita lihat adalah peningkatan aset safe-haven, yang tercermin dalam kenaikan harga emas dan juga tercermin dalam penurunan aset berisiko, seperti saham," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.
Perlu diketahui, menguatnya harga emas batangan pada tahun ini disebabkan oleh peningkatan gejolak politik global dan ketidakpastian ekonomi.
Reli terbaru ini memperpanjang kenaikan harga emas sebesar 64 persen pada tahun lalu, didorong oleh pembelian yang kuat oleh bank sentral, arus masuk yang besar ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.
"Situasinya tetap sangat tidak pasti dan eskalasi ini semakin memicu sentimen bullish di pasar emas dan perak, memberikan dukungan pada harga dan stabilitas pada portofolio di saat volatilitas tinggi di pasar keuangan," kata analis Julius Baer, Carsten Menke.
Pekan lalu, BNP Paribas menaikkan perkiraan harga emas tahun 2026 sebesar 27 persen menjadi USD5.620/oz. Mereka memperkirakan harga akan mencapai puncaknya di atas USD6.250/oz pada akhir tahun karena ketidakpastian makro dan geopolitik yang terus berlanjut.
Adapun, Iran membalas serangan dari AS-Israel dengan menyerang kota-kota di Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Hal ini pun mengganggu perjalanan udara regional dan menghentikan lalu lintas kapal tanker minyak dan produk melalui Selat Hormuz.
Di sisi lain, harga perak spot naik 1,7 persen menjadi USD95,36 per ons, setelah menyentuh level tertinggi dalam sebulan sebelumnya pada sesi perdagangan.
Sedangkan, harga platinum spot turun 0,7 persen menjadi USD2.348,65 per ons, sementara paladium naik 0,8 persen menjadi USD1.806,96. (*)