KABARBURSA,COM - Kementerian Transmigrasi menyatakan dukungannya terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia guna menopang realisasi investasi sektor digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) senilai Rp88 triliun di Batam, Kepulauan Riau.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai pembangunan AI Data Centre di kawasan Nongsa, Batam, menjadi penanda penting dalam mempertegas posisi wilayah tersebut sebagai episentrum baru pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan Indonesia.
Menurut Iftitah, besarnya nilai investasi tidak semata-mata diukur dari angka yang ditanamkan investor, melainkan dari sejauh mana dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 28 Mei 2026..
Ia menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti pada akumulasi keuntungan korporasi semata. Lebih dari itu, investasi harus menghadirkan lapangan pekerjaan, memperluas kesejahteraan, dan membangkitkan optimisme masyarakat di sekitar kawasan investasi.
Karena itu, pihaknya berkomitmen menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pelbagai program peningkatan kapasitas, penguatan keterampilan, disiplin kerja, hingga pembentukan integritas sumber daya manusia.
“Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus,” kata dia.
Iftitah menjelaskan masyarakat transmigrasi tidak hanya mencakup para transmigran, tetapi juga warga lokal yang bermukim di kawasan transmigrasi maupun wilayah penyangga di sekitarnya.
Apabila masyarakat tersebut mampu terserap dalam lapangan kerja yang tercipta dari aktivitas investasi digital itu, maka efek pengganda ekonomi diyakini akan sangat signifikan. Dampaknya mencakup penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga percepatan pengentasan kemiskinan.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan implementasi Pasal 33 UUD 1945 sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
“Yang menikmati hasil pembangunan tidak boleh hanya pengusaha dan investor, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan,” tutur Iftitah.
Lebih jauh, ia mengapresiasi pemerintah Kota Batam yang dinilai berhasil membangun kepercayaan investor sekaligus menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Batam sebagai salah satu pusat ekonomi digital nasional.
Menurutnya, transformasi ekonomi nasional memerlukan sinergi erat antara investasi, pembangunan infrastruktur, penguasaan teknologi, dan pengembangan kualitas manusia.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan investasi, tetapi memastikan rakyat ikut tumbuh bersama investasi tersebut. Masyarakat harus semakin sejahtera, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan anak-anak muda Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.(*)