Logo
>

Krisis Batu Bara Jadi Pemicu Pemadaman Listrik: Bahlil Bilang ini

IESR melayangkan kritik tajam dan menilai pemadaman massal tersebut merupakan indikator ketidakmampuan Kementerian ESDM

Ditulis oleh Gusti Ridani
Krisis Batu Bara Jadi Pemicu Pemadaman Listrik: Bahlil Bilang ini
Krisis Batu Bara Jadi Pemicu Pemadaman Listrik: Bahlil Bilang ini

KABARBURSA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah keras tudingan Institute for Essential Services Reform (IESR) yang menyebut kelangkaan pasokan batu bara sebagai pemicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah.

Bahlil menegaskan pasokan komoditas energi berada dalam posisi aman dan pemadaman murni terjadi akibat kendala teknis pada mesin pembangkit.

Sebelumnya, IESR melayangkan kritik tajam dan menilai pemadaman massal tersebut merupakan indikator ketidakmampuan Kementerian ESDM dalam memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Lembaga analisis energi ini menduga tertundanya pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Menteri ESDM memicu keterlambatan pengiriman batu bara, hingga membuat Hari Operasi Pembangkit (HOP) di sejumlah PLTU Jawa-Bali merosot ke bawah batas aman. Kondisi tersebut juga diperparah oleh gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1.

Merespons tudingan itu, Bahlil langsung menggelar rapat bersama PT PLN (Persero) untuk mengurai gangguan interkoneksi tersebut.

Ia memastikan realisasi penugasan pasokan batu bara domestik saat ini telah menembus angka 170 juta ton, sehingga isu kelangkaan bahan baku dinilai tidak berdasar.

"Saya sampai dengan hari ini malam ini juga masih ada rapat sama PLN di kantor untuk membahas masalah ini kalau dikatakan bahwa masalah batu bara itu nggak benar karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta Ton dan memang ada beberapa trobel di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam secepat ya," ujar Bahlil saat konferensi pers di Istana Negara, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.

Bahlil mengakui pemulihan interkoneksi kelistrikan pasca-gangguan dua hari lalu (9-10 Juni 2026) memang belum berjalan optimal di beberapa titik.

Meski begitu, kata Bahlil, Kementerian ESDM terus mengawal PLN untuk melakukan akselerasi perbaikan mesin secara total agar pemadaman bergilir tidak meluas.

"Kemarin memang ada (pemadaman) belum maksimal tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan ya," lanjutnya.

Di sisi lain, respons ini sekaligus menepis spekulasi pasar yang mengaitkan gangguan kelistrikan dengan isu pemotongan anggaran subsidi energi.

Bahlil menegaskan bahwa manajemen pemeliharaan jaringan oleh regulator tidak berkaitan dengan intervensi kebijakan fiskal maupun pengurangan kompensasi listrik bagi masyarakat.

"Terkait untuk subsidi sama sekali nggak ada. Baik Makasih ya," pungkas Bahlil.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang