KABARBURSA.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap pembahasan mengenai dinamika rupiah, perkembangan pasar keuangan, hingga pandangan investor global terhadap Indonesia saat menerima jajaran pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
Dalam pertemuan itu, Luhut juga membeberkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan tim dari MSCI yang menyampaikan harapan besar terhadap pasar modal Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut melalui unggahan Instagram pribadinya pada Senin, 18 Mei 2026 kemarin, sehari sebelum Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Danantara yakni Rosan Roeslani dan Dony Oskaria ke Bursa Efek Indonesia pada hari ini, 19 Mei 2026.
Menurut Luhut, kondisi global yang masih tidak menentu membuat OJK memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memastikan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia tetap kuat.
“Beberapa diskusi yang kami lakukan yakni terkait dinamika rupiah, perkembangan pasar keuangan, hingga pandangan investor global terhadap Indonesia saat ini,” tulis Luhut dalam unggahan di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Selasa, 19 Mei 2026
Ia mengatakan, reformasi pasar modal menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Menurut dia, investor global masih menunggu konsistensi implementasi kebijakan di Indonesia sebelum meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal domestik.
“Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu: trust,” ujar Luhut.
Ia menilai kepercayaan investor hanya dapat dibangun melalui kebijakan yang stabil dan kepastian hukum dalam jangka panjang.
Dalam unggahan itu, Luhut juga mengungkapkan bahwa tim indeks global Morgan Stanley Capital Indeks (MSCI) sebelumnya telah menemui dirinya dan menyampaikan optimisme terhadap potensi pasar modal Indonesia.
“Momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan,” katanya.
Selain membahas pasar modal dan pergerakan rupiah, Luhut juga menyoroti kondisi Bank Perkreditan Rakyat atau BPR yang mengalami kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Menurut dia, langkah OJK dalam menangani persoalan tersebut sudah tepat. Namun penguatan sektor BPR tetap perlu dilakukan secara menyeluruh agar tidak menjadi kerentanan baru, terutama bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha daerah.
Luhut turut mengingatkan pentingnya tata kelola dan manajemen risiko dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional. Ia meminta OJK tetap adaptif menghadapi dinamika global sekaligus menjaga stabilitas pasar domestik.
Sekadar informasi, hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 228 poin atau 3,46 ke level 6.370. Selain itu rupiah juga melemah ke level tertinggi Rp17.714 terhadap dolar Amerika Serikat.(*)