Logo
>

Musim Dividen 2025 Dimulai, ini Daftar Emiten yang Tebar Yield Tinggi

Sejumlah emiten umumkan dividen 2025 dengan yield tinggi, didominasi sektor komoditas, ritel, dan perbankan.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Musim Dividen 2025 Dimulai, ini Daftar Emiten yang Tebar Yield Tinggi
Musim dividen 2025 dimulai, sejumlah emiten tebar yield tinggi hingga dua digit dan tingkatkan payout ratio untuk investor. Foto: Dok. KabarBursa

KABARBURSA.COM — Musim pembagian dividen mulai ramai setelah sejumlah emiten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2025. Dalam sepekan terakhir, sejumlah perusahaan mengumumkan besaran dividen dengan variasi yield dan rasio pembayaran yang cukup menarik.

Data yang dirangkum Stockbit Sekuritas menunjukkan, beberapa emiten bahkan menawarkan yield di atas 10 persen, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi investor yang mengincar pendapatan pasif.

Salah satu yang menonjol adalah PT Astra Graphia Tbk dengan yield dividen mencapai 11,8 persen, disusul PT Matahari Department Store Tbk yang mencatat yield tertinggi di daftar tersebut sebesar 12,8 persen.

Di sisi lain, bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tetap konsisten membagikan dividen dengan yield 6,1 persen, didukung rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio yang mencapai 93 persen.

Kenaikan rasio pembayaran juga menjadi tren yang terlihat di sejumlah emiten. PT AlamTri Resources Indonesia Tbk, misalnya, mencatat lonjakan DPR hingga 104 persen dari sebelumnya 37 persen. Hal serupa juga terlihat pada PT Astra Graphia Tbk yang menaikkan DPR menjadi 120 persen dari sebelumnya 45 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sejumlah perusahaan mulai lebih agresif mengembalikan laba kepada pemegang saham, meskipun tidak semuanya konsisten. Beberapa emiten justru mencatat penurunan DPR, seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang turun menjadi 61 persen dari sebelumnya 66 persen.

Jika ditarik lebih luas, sektor energi dan komoditas masih mendominasi daftar pembagi dividen besar. Emiten seperti PT United Tractors Tbk, PT Adaro Energy Indonesia Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk tetap menjadi penyumbang dividen signifikan, meskipun yield-nya relatif lebih moderat di kisaran 3–4 persen.

Sementara itu, sektor ritel dan konsumer justru menawarkan yield yang lebih tinggi, mencerminkan strategi distribusi laba yang lebih agresif di tengah tekanan bisnis. Dari sisi waktu, sebagian besar emiten menetapkan cum date pada akhir April 2026, yang menjadi momentum penting bagi investor yang ingin mengejar dividen.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa musim dividen tahun ini tidak hanya soal besaran, tetapi juga strategi perusahaan dalam menyeimbangkan kebutuhan ekspansi dan distribusi laba. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, dividen tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga daya tarik saham di mata investor.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).