Logo
>

Pembicaraan Damai AS - Iran Terhenti, Harga Minyak Melonjak Tajam

Harga minyak mentah Brent berada di level USD108,23 per barel, naik USD2,90 atau sebanyak 2,8 persen

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Pembicaraan Damai AS - Iran Terhenti, Harga Minyak Melonjak Tajam
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Harga minyak naik sekitar 3 persen ke level tertinggi pada perdagangan Senin, 27 April 2026 karena pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terhenti. Di satu sisi, pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terbatas, sehingga pasokan minyak global tetap ketat.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berada di level USD108,23 per barel, naik USD2,90 atau sebanyak 2,8 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik sebanyak USD1,97, atau 2,1 persen menjadi USD96,37.

Hal tersebut membuat harga Brent naik untuk enam hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret 2025 dan mencapai penutupan tertinggi sejak 7 April 2026. Sedangkan Harga WTI ditutup pada level tertinggi sejak 13 April 2026.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump membahas proposal baru Iran tentang perdamaian perang dengan para asisten keamanan nasional utamanya, di tengah konflik yang saat ini buntu dan berkurangnya pasokan energi dari kawasan tersebut.

Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga mengatakan kebuntuan diplomatik sama saja seperti setiap hari 10-13 juta barel minyak gagal mencapai pasar internasional.

"Itu memperburuk neraca minyak yang sudah ketat. Oleh karena itu, hanya ada satu arah yang dapat ditempuh harga minyak," ujar dia.

Reuters melaporkan setidaknya terdapat tujuh kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan aktivitas yang relatif tenang dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari rata-rata 140 pelayaran harian sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari 2026, ketika sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat tersebut.

Selain itu, enam kapal tanker yang bermuatan minyak Iran telah dipaksa kembali ke Iran oleh blokade AS dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Rusia Vladimir Putin memuji rakyat Iran karena berjuang untuk tetap merdeka dalam menghadapi tekanan AS dan Israel, dan mengatakan Moskow akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk membantu Teheran.

Kekhawatiran Inflasi

Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis, dengan gencatan senjata perang Iran yang mengurangi tekanan untuk segera menaikkan suku bunga.

Namun, dengan status perundingan perdamaian yang belum jelas dan tidak ada tanda-tanda Selat Hormuz dibuka, para pedagang masih memperkirakan harga minyak tetap tinggi dan akan mendorong inflasi serta memaksa bank sentral menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.

Bank sentral seperti ECB menggunakan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman konsumen, yang dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Sementara itu Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak untuk kuartal keempat 2026  menjadi USD90 per barel untuk Brent dan USD83 untuk WTI, dengan alasan penurunan produksi dari Timur Tengah.

"Risiko ekonomi lebih besar daripada yang disarankan oleh skenario dasar minyak mentah kami saja karena risiko kenaikan bersih terhadap harga minyak, harga produk olahan yang luar biasa tinggi, risiko kekurangan produk, dan skala guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata analis Goldman Sachs yang dipimpin oleh Daan Struyven dalam sebuah catatan pada hari Minggu. (*)


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.