Logo
>

Laba PTBA Rp2,93 Triliun, Pemegang Saham Kebagian Dividen Rp1,32 Triliun

RUPST PTBA menyetujui pembagian dividen 45 persen dari laba bersih 2025, sementara sisanya ditahan untuk ekspansi bisnis.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Laba PTBA Rp2,93 Triliun, Pemegang Saham Kebagian Dividen Rp1,32 Triliun
PTBA menyetujui pembagian dividen Rp1,32 triliun atau 45 persen dari laba bersih 2025. Sisanya ditahan untuk memperkuat ekspansi dan hilirisasi bisnis perusahaan. Foto: Dok. PTBA.

KABARBURSA.COM — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan tetap membagikan dividen kepada pemegang saham meski laba perusahaan pada 2025 turun ke level Rp2,93 triliun. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, 11 Juni 2026, perusahaan tambang pelat merah itu menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun.

Nilai tersebut setara 45 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sementara sisa laba sebesar Rp1,61 triliun atau 55 persen ditahan perusahaan untuk memperkuat modal dan mendanai pengembangan usaha ke depan. Keputusan itu menjadi salah satu agenda penting yang disetujui pemegang saham dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar secara elektronik.

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga mengesahkan laporan tahunan perusahaan, laporan keuangan konsolidasian, laporan pengawasan dewan komisaris, hingga laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).

Di tengah tekanan industri batu bara yang mulai menghadapi tantangan harga dan transisi energi global, PTBA menegaskan strategi perusahaan tidak hanya berfokus pada pembagian keuntungan kepada pemegang saham, tetapi juga menjaga ruang ekspansi bisnis.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan keputusan yang diambil dalam RUPST mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kepentingan investor dan keberlanjutan usaha.

“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko dalam keterangan resmi, Kamis, 11 Juni 2026.

Sepanjang 2025, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun. Kontributor terbesar masih berasal dari pasar domestik dengan porsi 54 persen, sementara ekspor menyumbang 46 persen.

Lima negara tujuan utama ekspor PTBA sepanjang tahun lalu adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina. Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp43,92 triliun per 31 Desember 2025. Angka tersebut naik sekitar 5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp41,79 triliun.

Kenaikan aset terutama didorong oleh pertumbuhan aset tidak lancar yang meningkat 12 persen atau sekitar Rp3,12 triliun.

Selain membahas penggunaan laba, RUPST juga menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan regulasi sekaligus penguatan tata kelola perusahaan.

Pemegang saham juga memberikan persetujuan atas penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 serta pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2027 kepada pihak yang ditunjuk sesuai ketentuan.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham turut merombak susunan pengurus perusahaan. Untuk jajaran Dewan Komisaris, posisi Komisaris Utama tetap dijabat Ida Bagus Putu Dunia. Sementara jajaran komisaris lainnya terdiri dari Dewi Hanggraeni, Suko Hartono, Dalu Agung Darmawan, Zaelani, Ferial Martifauzi, dan Lana Saria.

Adapun susunan Direksi PTBA kini dipimpin Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama. Ia akan didampingi Ilham Yacob sebagai Direktur Operasi dan Produksi, Una Lindasari sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hennita Sitepu sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi, Turino Yulianto sebagai Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk, serta Mochammad Rifqi Hari sebagai Direktur Komersial dan Supply Chain.

Dengan pembagian dividen yang tetap besar di tengah laba yang relatif terbatas, PTBA tampaknya berusaha menjaga dua kepentingan sekaligus. Investor tetap mendapat bagian keuntungan, sementara perusahaan masih menyimpan amunisi untuk membiayai agenda hilirisasi dan ekspansi bisnis yang menjadi fokus beberapa tahun ke depan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).