KABARBURSA.COM – Pemerintah masih mengkaji penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tengah pergerakan harga minyak mentah dunia dan tekanan terhadap biaya energi. Hingga kini, keputusan final belum ditetapkan karena pemerintah masih menghitung berbagai skenario agar kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi masih terus berlangsung.
Proses itu dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk badan usaha swasta, untuk mencari formulasi yang dinilai paling tepat.
"Kita lagi melakukan pembahasan. Ini sudah beruntun dan melibatkan badan swasta juga. Sekarang kita sedang menyusun dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Tunggu sampai selesai, nanti akan kami kabari," ujar Bahlil di Kantor Kementerian Esdm.
Menurut dia, pemerintah memahami kondisi masyarakat saat ini, baik pengguna BBM subsidi maupun nonsubsidi. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang dibuat tidak hanya mempertimbangkan aspek keekonomian, namun juga dampaknya terhadap daya beli masyarakat.
Terkait jenis BBM yang berpotensi mengalami penyesuaian, Bahlil menyebut pembahasan mencakup BBM dengan angka oktan tinggi seperti RON 92, RON 95, dan RON 98, serta produk diesel nonsubsidi seperti Pertamina Dex.
Meski demikian, pemerintah belum akan mengumumkan perubahan harga dalam waktu dekat karena seluruh perhitungan masih dalam tahap pelaksanaan.
“Mengenai BBM RON 92, 95, 98 termasuk solar seperti Pertamina Dex, penyesuaian akan dilakukan setelah perhitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise,” katanya.
Bahlil juga berharap tren harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dapat mengalami penurunan. Menurut dia, penurunan ICP akan memberi ruang yang lebih baik bagi stabilitas harga BBM di dalam negeri.
“Doakan agar harga ICP bisa turun, itu akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kuota maupun waktu penentuan keputusan, Bahlil belum memberikan kepastian. Ia hanya menegaskan, proses pembahasan masih berlangsung dalam forum internal pemerintah.
Diketahui, harga BBM nonsubsidi PT Pertamina (Persero) pada awal April 2026 untuk wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tercatat berada pada level Rp12.300 per liter untuk Pertamax (RON 92), Rp12.900 per liter untuk Pertamax Green 95 (RON 95), dan Rp13.100 per liter untuk Pertamax Turbo (RON 98).
Sementara itu, untuk jenis solar nonsubsidi, harga Dexlite (CN 51) tercatat Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) sebesar Rp14.500 per liter.(*)