KABARBURSA.COM – Gejolak pasar yang muncul bersamaan dengan transisi pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memaksa pemerintah angkat bicara. Di tengah sorotan investor dan fluktuasi indeks, pemerintah menegaskan pasar modal tetap berjalan dalam kendali dan pengawasan penuh.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fungsi regulator dan bursa tetap berjalan penuh. Mekanisme pengawasan disebut tetap aktif meski terjadi pergantian pejabat di pucuk pimpinan.
“Tidak ada kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan keuangan maupun pasar modal,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan pejabat sementara memastikan seluruh fungsi utama tetap berjalan. Aktivitas perdagangan, pengawasan, hingga penegakan regulasi disebut tidak terganggu oleh dinamika struktural yang sedang berlangsung.
Dari sisi makro, Airlangga menilai fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kokoh untuk menopang stabilitas pasar keuangan. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04 persen pada kuartal III. Inflasi berada di level terkendali 2,92 persen. Cadangan devisa mencapai USD156,5 miliar setara Rp2.636,5 triliun, cukup untuk menutup kebutuhan impor selama 6,2 bulan. Sementara itu, defisit fiskal dijaga tetap di bawah ambang 3 persen dari produk domestik bruto.
“Rating Indonesia tetap investment grade dari Moody’s, Fitch, dan S&P,” ujar Airlangga.
Reformasi Pasar Modal Dipacu
Di luar stabilitas jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan langkah struktural untuk memperkuat kepercayaan jangka panjang. Presiden Prabowo Subianto, kata Airlangga, telah memberi arahan agar reformasi pasar modal dipercepat.
Fokusnya bukan hanya menjaga ketenangan pasar, tetapi juga memperbaiki fondasi. Transparansi, integritas, dan kualitas tata kelola menjadi kata kunci. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menaikkan batas minimum free float saham menjadi 15 persen. Kebijakan ini diharapkan memperluas kepemilikan publik sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan aturan beneficial ownership. Tujuannya memperjelas afiliasi kepemilikan saham agar struktur pasar lebih terbuka dan mudah dipantau.
“Semakin banyak saham dilepas ke publik agar perusahaan lebih transparan dan berintegritas,” jelas Airlangga.
Ia menegaskan pemerintah tidak memberi ruang bagi praktik manipulasi harga saham yang dapat merusak kepercayaan investor. Menurutnya, praktik semacam itu justru menjadi penghambat utama masuknya modal asing.
“Pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing yang merusak integritas pasar,” tegasnya.
Airlangga menambahkan, penyalahgunaan mekanisme pasar bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman langsung terhadap kredibilitas sistem keuangan nasional. “Penyalahgunaan pasar menurunkan kepercayaan sistem keuangan dan menghambat investasi asing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi memastikan agenda reformasi dan pengawasan tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan tidak ada jeda dalam pelaksanaan tugas regulator.
“Tidak ada kekosongan. Seluruh kebijakan dan program OJK tetap terlaksana,” katanya.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia disebut terus mempercepat pendalaman pasar, meningkatkan likuiditas, memperkuat transparansi, serta menegakkan hukum secara konsisten.
Di tengah dinamika tersebut, perhatian pelaku pasar tertuju pada arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada awal pekan besok. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai IHSG masih berada dalam koridor yang terkendali pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026.
Ia meminta publik tidak bereaksi berlebihan terhadap kabar pengunduran diri Direktur Utama BEI dan jajaran Dewan Komisioner OJK. Menurutnya, kekhawatiran yang muncul lebih disebabkan oleh asumsi adanya kekosongan manajemen.
“Mereka khawatir terjadi kekacauan manajemen setelah direksi mundur,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Purbaya menekankan bahwa tata kelola bursa telah dibangun dengan sistem yang solid dan berlapis. Mekanisme internal memungkinkan pengisian jabatan berlangsung cepat tanpa mengganggu operasional. “Pergantian direksi berlangsung cepat dan efektif,” katanya.
Ia memastikan seluruh proses tersebut tidak berdampak pada aktivitas perdagangan harian. “Itu membuktikan sistem bursa sudah kuat, sehingga tidak akan ada gangguan,” ucapnya.
Menurut Purbaya, investor pada dasarnya menilai pasar dari sisi fundamental, bukan semata isu struktural jangka pendek. Ia menyebut indikator ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang sehat.
Ia pun optimistis prospek ekonomi nasional akan terus membaik dalam jangka menengah. “Fundamental ekonomi kita bagus dan terus saya perbaiki,” ujarnya.
Purbaya bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat didorong mendekati enam persen. “Tahun ini pertumbuhan ekonomi bisa saya dorong mendekati enam persen,” katanya. (Adi Subchan)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.