Logo
>

Purbaya ke Investor AS: Fiskal RI di Jalur Benar

Menkeu paparkan fundamental ekonomi dan strategi fiskal Indonesia di New York dan Washington.

Ditulis oleh Syahrianto
Purbaya ke Investor AS: Fiskal RI di Jalur Benar
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu investor di Amerika Serikat. Ia memaparkan kondisi ekonomi dan arah kebijakan fiskal Indonesia. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu investor di Amerika Serikat. Ia memaparkan kondisi ekonomi dan arah kebijakan fiskal Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertemuan dilakukan di New York dan Washington DC. Agenda ini ditujukan untuk menjelaskan fundamental ekonomi kepada investor global.

“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Purbaya di New York, dikutip Rabu, 15 April 2026.

Ia menyampaikan sejumlah investor menunjukkan minat terhadap Indonesia. Penjelasan tersebut diberikan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di pasar.

“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” kata dia.

Purbaya menjelaskan investor tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia. Namun, investor meminta klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai kondisi fiskal.

“Jadi mereka nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah telah menyampaikan arah kebijakan fiskal secara rinci. Investor dinilai dapat memahami penjelasan tersebut berdasarkan kerangka ekonomi yang digunakan.

“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” kata Purbaya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menerima masukan dari investor. Salah satu hal yang disoroti adalah pentingnya komunikasi kebijakan kepada pasar.

Purbaya menyebut investor menilai fundamental ekonomi Indonesia berada pada kondisi baik. Namun, komunikasi kebijakan dinilai perlu diperkuat agar persepsi pasar tetap terjaga.

Ia juga menyinggung pandangan investor terhadap lembaga pemeringkat. Menurutnya, investor menilai perubahan outlook dilakukan saat data ekonomi belum lengkap.

“Beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” ujar dia.

Pemerintah menegaskan fokus pada pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.

“Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan,” kata Purbaya.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal I ditargetkan mencapai 5,5 persen. Kinerja kuartal II juga diharapkan tetap kuat untuk menjaga momentum.

“Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujarnya.

Purbaya menegaskan pemerintah akan menjaga konsistensi kebijakan. Implementasi kebijakan disebut akan tetap mengikuti desain yang telah ditetapkan.

“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” kata dia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.