Logo
>

Purbaya Sebut Tujuan Pemerintah Gelontorkan Rp769,1 Triliun buat Sektor Pendidikan

Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN 2026 untuk memperluas akses, mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mempertajam fokus beasiswa LPDP.

Ditulis oleh Syahrianto
Purbaya Sebut Tujuan Pemerintah Gelontorkan Rp769,1 Triliun buat Sektor Pendidikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap APBN 2026 siapkan Rp769,1 triliun untuk pendidikan dan pengembangan SDM. (Foto: Dok. Kemenkeu)

KABARBURSA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) demi mencapai target Indonesia Emas 2045.

Demi mencapai target tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.

Menkeu menyatakan, dana tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, merevitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menurut Purbaya, pemerintah juga akan mengarahkan kebijakan beasiswa LPDP agar lebih fokus pada bidang-bidang prioritas, terutama ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), serta sektor strategis yang mendukung transformasi ekonomi nasional.

"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pengelolaan APBN dijalankan berdasarkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk mewujudkan kemakmuran rakyat melalui kebijakan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.

"Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya menilai bahwa target Indonesia yang ingin menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045, dapat dicapai jika didukung SDM yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

Karena itu, pembangunan talenta dan SDM menjadi bagian penting dalam strategi transformasi ekonomi nasional.

Ia menambahkan pengembangan generasi muda di bidang pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, serta ekonomi. Tujuannya demi meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM di Indonesia.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Purbaya turut memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan rasio utang pemerintah dinilai berada pada level yang sehat sehingga APBN tetap memiliki ruang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung agenda transformasi ekonomi.

Ia menambahkan, APBN bukan hanya instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga investasi untuk mencetak generasi unggul yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada 2029 dan target Indonesia Emas tahun 2045.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.