KABARBURSA.COM – Chery Group tengah menyiapkan pembaruan untuk Jaecoo J5 versi hybrid. Pembaruan Jaecoo J5 terlihat setelah sebuah unit yang ditutup selubung kamuflase tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di China. Unitnya tampak memiliki teknologi LiDAR yang terpasang di atap.
Tersematnya LiDAR di Jaecoo J5 mengindikasikan hadirnya teknologi bantuan mengemudi atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang semakin canggih.
Foto spyshot Jaecoo J5 di China juga memperlihatkan emblem berbahasa Inggris pada bodi kendaraan. Hal ini menandai bahwa model tersebut disiapkan untuk pasar global, termasuk Indonesia yang kini memasarkan Jaecoo J5 versi EV (Electric Vehicle).
CarNewsChina melaporkan, desain SUV (Sport Utility Vehicle) ini masih mempertahankan karakter dari versi sebelumnya.
Selain itu, foto Jaecoo J5 hybrid tersebut memiliki perbedaan dari adanya gril di bagian depan. Sementara pada versi EV, J5 tidak memiliki gril layaknya mobil listrik pada umumnya.
Berdasarkan laporan sejumlah media Tiongkok, Jaecoo J5 terbaru diperkirakan akan dibekali sistem ADAS bernama Falcon 700 milik Chery. Teknologi tersebut sebelumnya telah digunakan pada model iCar V27 dan Exeed Exlantix ES.
Sistem Falcon 700 mengandalkan satu unit LiDAR, 11 kamera, 12 radar ultrasonik, serta tiga radar gelombang milimeter (mmWave). Sistem ini diklaim mampu menghadirkan fitur navigasi point-to-point hingga kemampuan parkir otomatis.
Selain teknologi ADAS, Jaecoo J5 juga diduga mendapat pembaruan pada sistem penggeraknya.
Dengan adanya emblem Hybrid di pintu belakang dan absennya port pengisian daya baterai, mengindikasikan bahwa J5 terbaru akan mengusung teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV), bukan sistem plug-in hybrid (PHEV).
Meski belum dikonfirmasi resmi, Jaecoo J5 terbaru diperkirakan akan mengadopsi sistem hybrid Kun Peng 2.0 milik Chery.
Kun Peng 2.0 mengombinasikan mesin 1.500 cc turbo dengan baterai berkapasitas 5,1 kWh. Kombinasi tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 260 kW atau setara 349 hp.
Sebagai perbandingan, Jaecoo J5 HEV yang dipasarkan saat ini masih menggunakan sistem hybrid generasi pertama Chery. Berdasarkan laporan Satjapan, sistem tersebut memadukan mesin turbo 1.500 cc dengan baterai 1,83 kWh yang dapat menghasilkan tenaga gabungan sebesar 165 kW atau sekitar 221 hp.
Jika benar menggunakan Kun Peng 2.0, Jaecoo J5 diperkirakan mampu menawarkan performa lebih tinggi sekaligus meningkatkan jarak tempuh saat berkendara dalam mode listrik.
Chery juga dikabarkan akan menyematkan fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya AC pada sistem hybrid terbarunya.
Teknologi ini memungkinkan baterai kendaraan menyuplai listrik untuk berbagai perangkat elektronik. V2L umumnya terdapat pada mobil listrik berbasis baterai maupun PHEV.
Jika beberapa bocoran ini hadir pada J5 terbaru yang ditujukan untuk pasar global, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara lokasi dipasarkannya model tersebut.
Terlebih, penjualan Jaecoo J5 EV di Indonesia tengah moncer. J5 EV menjadi mobil listrik terlaris di dalam negeri pada periode Mei 2026 dengan distribusi wholesales atau dari pabrik ke dealer sebanyak 2.943 unit.
Di bawahnya, ada Geely EX2 dengan distribusi 1.395 unit dan Wuling Eksion EV sebanyak 535 unit dalam tiga besar mobil listrik terlaris di Indonesia.(*)