Logo
>

RI Temukan Cadangan Gas Raksasa di Kaltim, Berpotensi Perkuat Cadangan Energi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penemuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan energi domestik

Ditulis oleh Gusti Ridani
RI Temukan Cadangan Gas Raksasa di Kaltim, Berpotensi Perkuat Cadangan Energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta (Foto: Gusti Ridani/Kabarbusa.com)

KABARBURSA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan temuan cadangan gas raksasa di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai menjadi modal penting menuju target swasembada energi pada tahun 2030. Di tengah tekanan geopolitik global dan penutupan pasokan energi dunia, temuan ini disebut sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah eksplorasi migas nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penemuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan energi domestik agar Indonesia tidak terus bergantung pada dinamika pasokan global.

“Saya ingin mengumumkan sesuatu yang kami anggap penting, dan ini merupakan bagian dari sejarah daripada proses eksplorasi dalam rangka mencari cadangan-cadangan migas di negara kita,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin 20 April 2026.

Temuan terbaru itu berasal dari Blok Geliga,  di Kalimantan Timur yang memiliki potensi cadangan sebesar 5 triliun kaki kubik (TCF) gas serta sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen dari kondensat. Sebelumnya, pemerintah juga menemukan cadangan di Blok Gula dengan potensi 2 gas TCF dan 75 juta barel kondensat.

Dengan demikian, total temuan dari dua blok tersebut mencapai 7 TCF gas dan 375 juta barel kondensat ekuivalen.

Bagi pemerintah, angka ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi migas domestik masih sangat besar dan bisa menjadi penopang ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Bahlil menegaskan, penemuan ini menjadi semakin penting di tengah gejolak geopolitik dunia yang mempengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Menurutnya, ketegangan di Timur Tengah dan gangguan pada jalur distribusi energi internasional telah menunjukkan pentingnya setiap negara memperkuat cadangan energi itu sendiri.

“Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, ketegangan di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup, berdampak pada dinamika perekonomian yang terhenti pada ketahanan energi di masing-masing negara,” katanya.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi ketimpangan besar antara konsumsi minyak dan kemampuan produksi domestik. Di mana konsumsi minyak nasional tercatat mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara pengangkatan minyak pada tahun 2025 baru berada di kisaran 605 ribu barel per hari dan ditargetkan naik menjadi 610 ribu barel per hari pada tahun 2026.

Pemerintah sendiri menargetkan minyak nasional dapat meningkat menjadi 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2030. Dalam konteks itu, penemuan cadangan baru dipandang sebagai bagian penting dari strategi mencapai swasembada energi.

“Dengan demikian, maka swasembada energi itu kita harus mampu memenuhi stok kebutuhan kita dengan memanfaatkan cadangan-cadangan di negara kita,” ujar Bahlil.

Pemerintah menargetkan produksi dari blok baru tersebut mulai berjalan pada tahun 2028. Pada tahap awal, tambahan produksi kondensat diperkirakan mencapai sekitar 90 ribu barel per hari, lalu meningkat menjadi sekitar 150 ribu barel per hari pada periode 2029–2030.

Tambahan produksi tersebut diyakini akan memberikan kontribusi berarti terhadap pencapaian target pengangkatan nasional, sekaligus memperkuat pasokan energi domestik di tengah cakupan global.

“Insya Allah lah, ini memang butuh perjuangan keras,” kata Bahlil.

Temuan cadangan gas besar di Kalimantan Timur ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan global, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk memperkuat fondasi energi dari dalam negeri.

Bagi pemerintah, keberhasilan eksplorasi ini bukan sekadar kabar baik bagi sektor migas, tetapi juga pijakan strategi untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi kerentanan terhadap gejolak pasar dunia. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang