Logo
>

Rosan Beber Strategi Kejar Investasi Rp2.041 Triliun di Tengah Krisis Global

Pemerintah dorong hilirisasi, reformasi perizinan, dan diversifikasi mitra untuk menjaga arus investasi di tengah tekanan geopolitik global.

Ditulis oleh Gusti Ridani
Rosan Beber Strategi Kejar Investasi Rp2.041 Triliun di Tengah Krisis Global
Rosan ungkap strategi capai target investasi Rp2.041 triliun 2026 lewat hilirisasi, OSS, dan perluasan mitra di tengah krisis global. Foto: IG @roesanroeslani

KABARBURSA.COM – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani optimistis target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun tetap bisa tercapai meski dunia dibayangi akibat dinamika geopolitik global. Untuk menjaga arus modal tetap tumbuh, pemerintah menyiapkan serangkaian strategi, mulai dari penguatan hilirisasi, diversifikasi mitra investasi, hingga percepatan reformasi perizinan.

Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI baru-baru ini, Rosan mengatakan realisasi program prioritas pada triwulan I 2026 masih berada di jalur positif.

Pada periode tersebut, pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp497 triliun, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 7 persen dan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 627.000 orang.

Target itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2029.

Menurut Rosan, hilirisasi masih menjadi motor utama investasi nasional. Kontribusi sektor ini mencapai sekitar 30 persen dari total realisasi investasi.

"Kontribusi besar, mencapai kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang masuk ke Indonesia. Negara asal investor didominasi oleh Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan lainnya," ujarnya dalam rapat tersebut, dikutip Selasa 14 April 2026.

Di tengah tekanan global, ia mengklaim telah mengantisipasi berbagai risiko agar iklim investasi tetap kondusif. Adapun salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas basis mitra investasi dan memperkuat stabilitas domestik agar Indonesia tetap menarik perhatian investor.

Rosan juga mengungkapkan dukungan investor global terhadap Indonesia masih cukup kuat. Hal itu, kata dia, tercermin dalam kunjungannya ke Tiongkok, termasuk saat bertemu otoritas seperti Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC). Dalam pertemuan tersebut, ia melihat masih adanya kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Pemerintah China memberikan dukungan penuh karena iklim investasi dan stabilitas Indonesia dinilai baik," kata Rosan.

Pemerintah, lanjut Rosan, kini terus berupaya menekan berbagai faktor agar target investasi tahunan dapat tercapai secara optimal.

Di sisi regulasi, pemerintah juga mempercepat reformasi sistem perizinan usaha melalui penguatan Online Single Submission (OSS).

Meski sebelumnya sempat menghadapi kendala dalam integrasi dengan 18 kementerian dan lembaga, pemerintah telah menyetujui pengembangan sistem baru yang dinilai lebih canggih.

Sistem tersebut nantinya akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau kecerdasan buatan (AI) dan blockchain untuk meningkatkan efisiensi layanan, sekaligus mengurangi kebutuhan tatap muka dalam proses perizinan.

Sejak tahun 2021 hingga April 2026, pemerintah mencatat sebanyak 15,8 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan.

Selain itu, penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 28 dinilai ikut meningkatkan kepastian perizinan, yang tercermin dari diberlakukannya 1,8 juta NIB dalam lima bulan terakhir sejak Oktober 2025.

Salah satu terobosan yang dikemukakan pemerintah adalah kebijakan “fiktif positif”, yakni mempublikasikan izin secara otomatis jika kementerian teknis tidak memberikan tanggapan dalam waktu 20 hari. Kebijakan ini mengukur mampu memangkas regulasi dan mempercepat realisasi investasi.

Rosan menyebut langkah tersebut juga mendapat respon positif dari sejumlah asosiasi pengusaha internasional, termasuk Euro Chambers dan American Chambers.

Dalam menghadapi gejolak geopolitik global, Rosan menekankan pentingnya pendekatan proaktif melalui penguatan kerja sama bilateral dan multilateral.

Pemerintah, kata dia, terus memperluas kemitraan investasi, termasuk dengan negara-negara Eropa dan Kanada.

Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional sekaligus memastikan aliran investasi asing tetap masuk ke Indonesia di tengah situasi global yang kian kompleks.

Dengan kombinasi hilirisasi, reformasi perizinan, dan perluasan mitra strategi, pemerintah berharap target investasi 2026 tetap berada dalam jangkauan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang