Logo
>

Saham-saham ini Tetap bagi Dividen Tinggi di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Sejumlah saham tetap membagikan dividen tinggi meski ketidakpastian geopolitik meningkat dan pasar bergerak fluktuatif.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Saham-saham ini Tetap bagi Dividen Tinggi di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Saham-saham ini tetap bagi dividen tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik, jadi pilihan investor saat pasar tidak menentu. Foto: Wikimedia Commons/MrRamChandra.

KABARBURSA.COM — Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat perang Iran vs AS-Israel, sejumlah saham justru menunjukkan karakter defensif yang berbeda. Bukan hanya mampu bertahan, emiten-emiten ini tetap membagikan dividen dengan tingkat imbal hasil yang relatif tinggi.

Kombinasi antara ketahanan bisnis dan konsistensi pembagian dividen mulai menjadi sorotan di saat pasar bergerak tidak pasti. Salah satu yang menonjol datang dari PT Astra International Tbk (ASII). Pemegang saham pada Kamis, 23 April 2026, menyetujui pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham. Dengan harga saham saat ini, angka tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 4,6 persen.

Sebelumnya, Astra juga telah membagikan dividen interim Rp98 per saham pada Oktober 2025. Secara keseluruhan, rasio pembagian dividen mencapai 48 persen, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Konsistensi ini menunjukkan bahwa meski berada di tengah dinamika ekonomi, perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengembalian kepada pemegang saham.

Di sektor kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) juga menunjukkan pola serupa. Kemarin, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp162,7 per saham untuk tahun buku 2025, dengan rasio pembayaran mencapai 70 persen.

Angka tersebut mengindikasikan dividend yield sekitar 6,4 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pasar. Kenaikan rasio pembayaran dari tahun sebelumnya yang berada di level 60 persen mencerminkan ruang distribusi laba yang lebih besar.

Sementara itu, PT Chitose International Tbk (CINT) turut masuk dalam kelompok emiten dengan distribusi dividen menarik. Pada Rabu, 22 April 2026, perusahaan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp13,8 per saham dengan total payout ratio sekitar 45 persen.

Yield yang dihasilkan berada di kisaran 6,2 persen, menunjukkan bahwa emiten skala menengah juga mampu menawarkan imbal hasil yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Pola ini memperlihatkan satu kesamaan. Emiten dengan fundamental yang relatif stabil tetap mampu menjaga komitmen kepada investor melalui dividen, bahkan ketika tekanan eksternal meningkat. Di tengah ketidakpastian global, karakter seperti ini menjadi penting. Bagi investor, dividen tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga indikator stabilitas bisnis dalam jangka menengah hingga panjang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).