Logo
>

Teman AHY Nakhodai Pos Indonesia, Mampukah Benahi Logistik?

Daud Joseph ditunjuk jadi Dirut Pos Indonesia, publik menanti langkah konkret dalam membenahi sistem logistik di tengah tantangan digital.

Ditulis oleh Adi Subchan
Teman AHY Nakhodai Pos Indonesia, Mampukah Benahi Logistik?
Daud Joseph resmi jadi Dirut Pos Indonesia, publik menunggu gebrakan untuk memperbaiki logistik dan menghadapi persaingan digital. Foto: FB SMA Taruna Nusantara

KABARBURSA.COM — PT Pos Indonesia resmi memiliki nakhoda baru. Daud Joseph ditunjuk sebagai Direktur Utama lewat keputusan pemegang saham tertanggal 11 Maret 2026, sekaligus mengakhiri perjalanannya di PT Transportasi Jakarta.

Nama Daud bukan sosok asing di sektor transportasi dan logistik. Ia punya rekam jejak panjang, mulai dari sektor swasta hingga transportasi publik. Lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan 1997 itu juga dikenal satu angkatan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dengan latar belakang pendidikan teknik metalurgi dari Universitas Indonesia dan gelar magister manajemen dari Thunderbird School of Global Management, Daud dinilai membawa kombinasi teknis dan manajerial yang cukup kuat.

Sebelum masuk Pos Indonesia, ia sempat duduk sebagai Presiden Komisaris PT Steady Safe Tbk dan memegang posisi manajerial di Sinarmas Agribusiness & Food. Pengalaman lintas sektor ini dianggap menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan industri logistik yang kini makin terdigitalisasi.

Di Transjakarta, perannya tidak kecil. Ia ikut mendorong peningkatan standar keselamatan dan integrasi layanan transportasi. Direksi Transjakarta pun memberikan apresiasi atas kontribusinya.

“Manajemen dan seluruh insan Transjakarta menyampaikan terima kasih atas pengabdian Bapak Daud Joseph. Kami mendoakan dan mendukung penuh amanah baru beliau sebagai Direktur Utama Pos Indonesia,” kata Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Maret 2026.

Penunjukan ini juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Pengamat logistik Universitas Indonesia, Budi Santoso, menilai langkah tersebut cukup relevan dengan kebutuhan Pos Indonesia saat ini.

“Pos Indonesia membutuhkan figur dengan pengalaman operasional kuat dan pemahaman integrasi sistem. Latar belakang Daud cukup relevan untuk menjawab tantangan logistik berbasis digital,” ujarnya.

Di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat dan cepat berubah, Pos Indonesia memang dituntut berbenah. Digitalisasi, efisiensi distribusi, hingga integrasi layanan menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda.

Kini, publik menunggu arah kebijakan baru dari Daud. Apakah Pos Indonesia bisa benar-benar bertransformasi menjadi pemain logistik modern, atau justru kembali tertinggal di tengah derasnya arus perubahan industri.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.