KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penguatan pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 setelah ada kabar baik pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,5 persen menjadi USD4.182,39 per ons. Sementara kontrak emas berjangka AS menyentuh level USD4.202,7 per ons.
Analis Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan harga energi akan tetap menjadi pendorong utama jangka pendek untuk sektor logam mulia.
"Kita melihat perundingan antara AS dan Iran di Swiss masih mengarah pada kesepakatan yang pada dasarnya akan menambah pasokan minyak mentah baru ke pasar," ujar Hansen.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan dengan para pejabat Iran di Swiss telah meletakkan menemukan jalan terbaik untuk kesepahaman perdamaian akhir, meskipun ada ketegangan terkait Selat Hormuz dan Lebanon
Pengumuman tersebut membuat harga minyak mentah Brent ditutup menurun hampir lebih dari 3 persen.
Di sisi lain, menurut CME FedWatch Tool, para pedagang melihat peluang kenaikan suku bunga sebesar 89 persen pada bulan Desember 2026 atau naik dari 61 persen sebelum pertemuan Federal Reserve pekan lalu,
Terlepas dari reputasinya sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kehilangan daya tariknya ketika suku bunga naik, karena aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini menjadi kurang menarik dibandingkan dengan investasi yang menghasilkan bunga.
Bank of America menyatakan dalam sebuah catatan pada hari Jumat pekan lalu, bahwa target harga emas USD6.000 per ons tampaknya tidak mungkin tercapai, karena pasar perlu sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga agar level tersebut dapat terwujud.
Sementara itu, harga perak spot naik 0,5 persen menjadi USD65,21 per ons, platinum ikut naik 0,3 persen ke level USD1.668,43. Namun, paladium menyusut 0,1 persen ke harga USD1.256,68. (*)