Logo
>

Harga Minyak Mendadak Koreksi, Ada Kabar Baik dari AS dan Iran

Kabar positif dari dialog AS-Iran di Swiss sukses meredam lonjakan harga minyak mentah Brent dan WTI

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Harga Minyak Mendadak Koreksi, Ada Kabar Baik dari AS dan Iran
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Harga minyak mentah dunia menurun pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 setelah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyebut ada kabar positif dalam pembicaraan dengan Iran karena Selat Hormuz segera dibuka kembali.

Para mediator menyampaikan, pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka di Swiss pada hari Senin. Diskusi dimulai sehari sebelumnya berdasarkan ketentuan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh sejak April setidaknya selama 60 hari lagi.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD1,74, atau 2,16 persen menjadi USD78,83 per barel. Padahal, di awal perdagangan harga sempat naik hingga menyentuh level USD82,30 usai ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk memulai kembali perang terhadap Iran, serta pengumuman dari Teheran bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level USD75,87 per barel atau turun 73 sen, menjelang berakhirnya kontrak pada Senin sore. Kontrak Agustus yang lebih aktif kehilangan USD1,11, atau 1,46 persen menjadi USD74,74 per barel.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan negaranya telah memperoleh pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, pembebasan beberapa aset yang dibekukan, dan peluncuran rencana rekonstruksi dan pembangunan untuk Iran.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan Iran telah melanjutkan ekspor minyaknya, yang diblokir awal bulan ini karena blokade angkatan laut AS.

"Pelepasan barel-barel tersebut merupakan pasokan tambahan untuk pasar," ujar dia.

Pemulihan Pasokan Tetap Menjadi Tantangan

Data pelacakan kapal mencatat, dua kapal tanker minyak mentah dengan muatan hampir dua juta barel minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada hari Senin, 22 Juni 2026.

Hal tersebut menandai bahwa lalu lintas mulai meningkat setelah arus yang melemah pada sehari sebelumnya karena kekhawatiran akan kelancaran perjalanan melalui jalur air tersebut.

Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak telah menawarkan lebih banyak minyak kepada pelanggan dalam seminggu terakhir.

Irak berencana untuk secara bertahap memulihkan produksi minyak mentah hingga antara 4,2 juta dan 4,3 juta barel per hari, kata wakil menteri perminyakan untuk urusan hulu dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

ANZ memperkirakan sekitar dua juta hingga tiga juta barel per hari akan dipulihkan dalam empat minggu pertama.

Namun, laporan itu menyebut, pemulihan akan tetap menantang dengan potensi pemulihan tambahan sebesar dua juta hingga 3,5 juta barel per hari pada kuartal III tahun 2026, tergantung pada stabilitas. Sementara pasokan sebesar satu juta hingga dua juta barel per hari dapat hilang secara permanen atau semi-permanen.

"Kenaikan awal akan didorong oleh logistik (pengiriman) daripada produksi. Kenaikan selanjutnya akan bergantung pada pemulihan hulu dan kilang. Pemulihan penuh kemungkinan tidak akan terjadi tahun ini." ungkap ANZ. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.