Logo
>

Timur Tengah Memanas, Bahlil Sebut Prabowo Sukses Amankan Jalur Impor Minyak

Bahlil menyebut fluktuasi geopolitik saat ini tidak dapat diprediksi dan dianalogikan seperti

Ditulis oleh Gusti Ridani
Timur Tengah Memanas, Bahlil Sebut Prabowo Sukses Amankan Jalur Impor Minyak
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Hutama Prayoga/KabarBursa)

KABARBURSA.COM -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa intuisi kuat Presiden Prabowo Subianto berhasil menyelamatkan pasokan minyak mentah Indonesia di tengah eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Ketidakpastian global yang tidak menentu dinilai sangat berisiko mengganggu rantai pasok impor minyak nasional.

Saat ini, Indonesia harus mengimpor satu juta barel minyak per hari akibat ketimpangan antara konsumsi dalam negeri yang mencapai 1,5–1,6 juta barel dengan lifting domestik yang hanya berkisar di angka 600 ribu barel.

"Impor kita satu juta barel itu kita beli dari Timur Tengah. Sebelum terjadi ketegangan geopolitik, sekitar 20 sampai 25 persen crude yang kita beli itu berasal dari sana. Dan yang kita beli itu bukan BBM siap pakai, melainkan minyak mentah," kata Bahlil dalam Forum Energy di Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026.

Bahlil menyebut fluktuasi geopolitik saat ini tidak dapat diprediksi dan dianalogikan seperti "sakit malaria" yang suhunya bisa naik-turun dalam sehari.

Dalam kondisi tanpa kepastian tersebut, Bahlil menegaskan, landasan kalkulasi konvensional sering kali tidak lagi relevan, sehingga membutuhkan kepekaan analisis yang tinggi dari kepala negara.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah bergerak cepat melakukan roadshow diplomatik ke Amerika Serikat, Timur Tengah, dan beberapa negara strategis lainnya untuk mengamankan alternatif pasokan minyak mentah sebelum konflik regional pecah lebih luas.

Langkah preventif ini dinilai berhasil mengamankan jalur pengadaan energi Indonesia.

"Alhamdulillah Bapak Presiden Prabowo sudah mempunyai intuisi bahwa akan terjadi ketegangan politik. Memang intuisi Presiden mantan dan jam Kopassus itu berbeda dengan intuisi yang tidak pernah perang. Dari awal, jalur-jalur alternatif pengadaan energi sudah kita jejaki untuk mengantisipasi krisis ini," tegas Bahlil. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang