Logo
>

Wamenkeu: Belanja Negara Tumbuh 41,9 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Awal 2026

Pertumbuhan belanja negara ini tentu akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi

Ditulis oleh Nur Nadiyah
Wamenkeu: Belanja Negara Tumbuh 41,9 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Awal 2026
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara Menyampaikan Realisasi Belanja Negara Pada Awal 2026. Foto: Nur Nadiyah/KabarBursa.com

KABARBURSA.COM — Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan realisasi belanja negara pada awal 2026 meningkat signifikan dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam paparan APBN Kita pada Rabu 11 Maret, Suahasil menjelaskan bahwa hingga akhir Februari 2026 realisasi belanja negara telah mencapai sekitar Rp493,8 triliun, atau tumbuh 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan belanja negara ini tentu akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu kita berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama bisa terdorong lebih kuat dengan belanja negara yang lebih cepat,” ujar Suahasil.

Dari total belanja tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai sekitar Rp346,1 triliun, sementara belanja kementerian dan lembaga tercatat sekitar Rp155 triliun.

Suahasil menjelaskan bahwa peningkatan belanja juga dipengaruhi oleh kenaikan belanja pegawai yang tumbuh 24,2 persen. Hal ini antara lain disebabkan oleh penambahan aparatur sipil negara (ASN) baru serta perubahan mekanisme pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS dari sebelumnya triwulanan menjadi bulanan.

Selain itu, pemerintah juga mulai menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada aparatur negara. Hingga 10 Maret 2026, realisasi pembayaran THR telah mencapai sekitar Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi Rp55 triliun.

“Target penerima THR sekitar enam juta orang yang terdiri dari ASN, TNI, Polri, serta ASN pusat dan daerah. Kami mendorong seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar segera menyalurkan THR kepada pegawai,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menyalurkan pembayaran pensiun melalui APBN 2026 dengan nilai sekitar Rp36,6 triliun kepada sekitar 3,7 juta pensiunan.

Suahasil menambahkan bahwa percepatan belanja negara tersebut merupakan bagian dari strategi fiskal pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun.

Dengan belanja yang lebih cepat dan dukungan penerimaan negara yang tetap kuat, pemerintah berharap APBN dapat terus berfungsi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang