Logo
>

10 Saham ini Justru Anjlok di Tengah Penguatan IHSG

IHSG ditutup menguat 0,33 persen ke level 8.640 pada 4 Desember 2025. Namun, sejumlah saham dari berbagai sektor justru masuk daftar top losers hari ini.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
10 Saham ini Justru Anjlok di Tengah Penguatan IHSG
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bergerak menguat pada perdagangan hari ini, sejumlah saham justru tertekan cukup dalam dan masuk dalam daftar 10 saham dengan penurunan terdalam.

    IHSG ditutup naik 28.41 poin atau 0.33 persen ke level 8,640.20 setelah sempat menyentuh level tertinggi di 8,650.30 dan level terendah di 8,606.90 pada Kamis, 4 Desember 2025.

    Total transaksi di seluruh pasar mencapai 505.73 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp 20.95 triliun dari 2.78 juta transaksi.

    Di tengah penguatan indeks, tekanan jual masih menyeret sejumlah saham dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi, energi, properti hingga konsumer. Berikut rangkuman pergerakan 10 saham yang mencatatkan pelemahan terdalam pada sesi perdagangan hari ini.

    Saham PT Total Bangun Persada Tbk (TOTAL) menjadi yang paling tertekan setelah turun 3.26 persen ke harga 1,040. Emiten konstruksi ini mengalami tekanan jual sepanjang sesi meskipun nilai transaksi mencapai Rp5.38 miliar. Pelemahan ini disebut analis bisa terjadi akibat aksi profit taking setelah sebelumnya saham bergerak dalam tren menguat.

    Menyusul di posisi kedua, saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang merosot 3.21 persen ke level 302 dengan nilai transaksi Rp 354.51 miliar. Sentimen lesunya saham energi berkapitalisasi kecil diduga ikut mempercepat tekanan jual terhadap saham ini.

    Saham PT SLJ Global Tbk (SULI) juga terperosok 3.21 persen ke harga 151. Emiten ini membukukan nilai transaksi sebesar Rp7.97 miliar. Aksi jual investor ritel dan minimnya katalis positif di sektor kehutanan menjadi faktor yang menahan pergerakan saham.

    PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang bergerak di sektor konsumer peternakan turun 2.95 persen ke level 2,630 dengan nilai transaksi mencapai Rp50.89 miliar. Saham JPFA melemah di tengah volatilitas harga bahan baku dan tekanan pada sektor poultry.

    Penurunan juga dialami PT Green Power Global Tbk (LABA) yang turun 2.88 persen ke harga 202 dengan nilai transaksi Rp8.61 miliar. Sejumlah analis menilai pergerakan saham energi terbarukan cenderung fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir.

    Di sektor perbankan, saham PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) turut terkoreksi 2.86 persen ke 3,060 dengan nilai transaksi Rp3.41 miliar. Minimnya sentimen baru mendorong investor memilih wait and see terhadap saham bank kecil.

    PT Hatten Bali Tbk (WINE), emiten produsen wine asal Bali, melemah 2.86 persen ke harga 204 dengan transaksi Rp1.47 miliar. Likuiditas yang menipis turut menekan pergerakan saham.

    PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) juga masuk daftar saham terlemah setelah turun 2.83 persen ke 515. Emiten pengolahan makanan ini mencatat nilai transaksi Rp11.49 miliar. Sektor konsumsi masih dinilai sensitif terhadap pergerakan inflasi dan daya beli.

    Dari sektor properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) turun 2.83 persen ke harga 412 dengan nilai transaksi Rp 616.62 juta. Pergerakan saham-saham properti cenderung tertahan seiring investor menunggu arah suku bunga.

    Melengkapi daftar, saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) merosot 3.29 persen ke level 412 dengan nilai transaksi Rp 6.45 miliar. Minimnya sentimen dan volume transaksi yang rendah menjadi faktor utama penekan saham.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".