KABARBURSA.COM - Dua saham telekomunikasi raksasa yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Indosat Tbk (ISAT) terpantau tengah diakumulasi investor asing memlalui beberapa broker.
Pada perdagangan terkahir pekan ini, Kamis, 15 Januari 2026, saham TLKM ditutup menguat tipis sebesar 0,27 persen atau naik 10 poin ke level Rp3.660.
Dalam perdagangan yang sama, TLKM terlihat diakumulasi oleh investor asing. Broker RX tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp77,7 miliar atau setara 212,9 ribu lot di harga rata-rata Rp3.649.
Selanjutnya, saham pelat merah ini dibeli oleh broker CC yang membukukuan pembelian Rp30,4 miliar dengan volume 83,4 ribu lot di harga rata-rata Rp3.647.
Aksi beli juga dilakukan AG senilai Rp1,7 miliar atau 4,7 ribu lot di harga rata-rata Rp3.647. Disusul HD sebesar Rp210 juta di rentang harga Rp3.632.
Sejumlah broler lain seperti KK, DR, dan XL turut mencatatkan pembeluan meski dengan nilai transaksi yang relatif lebih kecil ketimbang broker sebelumnya.
Sementara dari sisi penjualan, ZP menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp70 miliar atau 192 ribu lot. Tekanan jual berikutnya datang dari YU sebesar Rp10,1 miliar, BK senilai Rp8,2 miliar, serta AK sebesar Rp7,1 miliar.
Penjualan juga tercatat dilakukan oleh broker KZ dengan nilai Rp6,5 miliar, BB sebesar Rp1,2 miliar, dan YP senilai Rp255,8 juta.
Di sisi lain, saham ISAT juga ditutup menguat pada perdagangan terakhir sebesar 1,35 persen atau naik 30 poin ke level Rp2.260. Di samping penguatan, saham ini turut dibeli oleh investor asing.
Broker ZP tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp4,3 miliar atau setara 18,9 ribu lot pada harga rata-rata Rp2.249.
Posisi berikutnya ditempati oleh broker YU dengan pembelian Rp2,9 miliar dan volume 12,8 ribu lot di rentang harga Rp2.255. Aksi beli dengan nilai yang sama juga dicatat KZ yakni Rp2,9 miliar dengan 12,8 ribu lot di harga rata-rata Rp2.253.
Selanjutnya, broker AK membukukan pembelian Rp 313,8 juta, disusul HD sebesar Rp32,3 juta. Aktivitas beli dalam nilai yang lebih kecil turut dilakukan oleh KK dan HP.
Sementara dari sisi penjualan, broker NI tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai Rp1,6 miliar atau 7 ribu lot. Tekanan jual berikutnya datang dari CC senilai Rp898 juta, serta BK sebesar Rp731,7 juta. (*)