Logo
>

Ada Transaksi Mini MEDC, Beri Sinyal Apa?

Aksi jual beli saham internal Medco dinilai sebagai penataan struktur grup, sementara pergerakan saham MEDC masih tertahan di fase konsolidasi dengan tekanan jual bertahap.

Ditulis oleh Yunila Wati
Ada Transaksi Mini MEDC, Beri Sinyal Apa?
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Dok. MedcoEnergi)

KABARBURSA.COM – Ada transaksi mini yang dilakukan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui penjualan seluruh kepemilikan saham di PT Exspan Petrogas Intranusa (EPI) kepada PT Medco LNG Indonesia (MLI), pada 26 Desember 2025. Meskipun terlihat kecil dan diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi, langkah ini memberi sinyal penting terkait penataan struktur bisnis di internal grup Medco.

Secara fakta, MEDC melepas 926,33 juta lembar saham EPI atau setara 99,99 persen dari modal ditempatkan dan disetor, dengan nilai transaksi Rp24,18 miliar. Angka ini tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan skala aset dan pendapatan konsolidasian MEDC. 

Rasio nilai transaksi terhadap ekuitas maupun total aset perseroan berada jauh di bawah ambang materialitas, sehingga pernyataan manajemen bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap kinerja keuangan dan operasional memang konsisten dengan hitungan kuantitatifnya.

Namun, justru karena nilainya kecil dan dilakukan antar entitas sepenuhnya dalam satu grup, transaksi ini lebih relevan dibaca sebagai langkah restrukturisasi internal ketimbang aksi divestasi strategis. 

Dengan memindahkan kepemilikan EPI dari induk langsung ke MLI, MEDC secara implisit sedang merapikan segmentasi bisnisnya, khususnya antara aktivitas hulu migas konvensional dan lini usaha LNG. 

EPI yang bergerak di sektor hulu migas menjadi lebih “inline” berada di bawah entitas yang fokus pada LNG dan gas, sehingga struktur holding menjadi lebih tematik dan terorganisasi.

Tidak ada perubahan pengendalian secara ekonomi di tingkat grup. MEDC tetap menjadi ultimate beneficial owner, sehingga risiko dilusi nilai atau perpindahan aset ke pihak eksternal tidak ada. 

MEDC di Fase Konsolidasi Lemah

Jika melirik pada pergerakan sahamnya, saat ni MEDC berada di fase konsolidasi yang cenderung melemah, dengan tekanan jual yang relatif terkontrol namun belum sepenuhnya mereda. 

Secara harian, MEDC ditutup turun 1,11 persen ke level 1.340, melemah 15 poin dari penutupan sebelumnya di 1.355. Sejak pembukaan di 1.355, harga sempat menguat tipis hingga menyentuh level tertinggi 1.360.

Sayangnya, harga tinggi tersebut tidak mampu bertahan dan berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 1.335. Pola ini menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan masih langsung direspons dengan aksi jual di area atas.

Nilai transaksi tercatat Rp28,6 miliar dengan volume 212,44 ribu lot dan frekuensi 1.213 kali, mencerminkan aktivitas yang masih cukup hidup namun belum agresif. Angka ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga bukan disebabkan oleh panic selling, melainkan lebih karena tekanan jual bertahap yang konsisten. 

Harga rata-rata di 1.346 juga berada di atas harga penutupan, menandakan bahwa tekanan jual muncul lebih dominan menjelang akhir sesi.

Jika ditelisik dari struktur orderbook, keseimbangan kekuatan cenderung condong ke sisi offer. Total antrean bid tercatat sekitar 107.471 lot, sementara sisi offer lebih tebal dengan total 253.664 lot. Ketimpangan ini memperjelas bahwa suplai saham di pasar masih jauh lebih besar dibandingkan permintaan jangka pendek. 

Lapisan bid terkuat terlihat di kisaran 1.330–1.335, dengan antrean yang relatif padat dan berlapis, menunjukkan area ini mulai berfungsi sebagai zona penyangga sementara. Namun, daya tahannya masih harus diuji jika tekanan jual kembali meningkat.

Di sisi lain, antrean offer terlihat menumpuk dan berjenjang mulai dari 1.345 hingga 1.365, dengan lonjakan signifikan di level 1.360 dan 1.365. Banyaknya antrean jual di atas harga pasar mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan setiap kenaikan untuk melepas saham, bukan untuk mengejar reli lanjutan. 

Secara mikrostruktur, frekuensi transaksi di sisi offer relatif tinggi pada level-level tertentu, menandakan adanya suplai aktif yang terus masuk. Namun, fakta bahwa harga tidak jatuh tajam menunjukkan masih adanya penyerapan di sisi bid, meski bersifat defensif. 

Dengan kata lain, MEDC sedang berada dalam kondisi tarik-menarik antara penjual yang disiplin melepas di area atas dan pembeli yang menunggu di level bawah.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79