Logo
>

ADRO Pascadividen Diprediksi Kurang Agresif, ini Area Krusialnya

Tekanan jual pasca ex date dividen membuat ADRO turun tajam, dengan area 1.790–1.800 menjadi titik krusial yang kini diuji pasar di tengah dominasi suplai.

Ditulis oleh Yunila Wati
ADRO Pascadividen Diprediksi Kurang Agresif, ini Area Krusialnya
Gedung Adaro di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, berkode saham ADRO, menarik untuk diperhatikan. Pada perdagangan 30 Desember 2025, ada tekanan yang cukup tajam dan konsisten. Meski terbilang wajar karena bertepatan dengan masa ex date dividen, namun ada area krusial yang perlu diperhatikan.

    Secara harian, ADRO sedang berada di level 1.815, melemah 6,68 persen atau turun 130 poin dari harga sebelumnya di 1.945. Sejak pembukaan di 1.840, harga tidak pernah benar-benar pulih dan bergerak dalam tekanan hingga menyentuh level terendah 1.805. 

    Penurunan ini terjadi berbarengan dengan nilai transaksi yang sangat besar, mencapai Rp232,1 miliar, volume 1,28 juta lot, dan frekuensi 14.033 kali. Artinya, ada distribusi aktif dan luas. Ini bukan pelemahan sepi transaksi, melainkan koreksi dengan likuiditas tinggi.

    Struktur orderbook mempertegas tekanan tersebut. Total antrean bid tercatat sekitar 551.187 lot, sementara antrean offer jauh lebih tebal di kisaran 857.691 lot. Ketimpangan ini menunjukkan suplai masih mendominasi permintaan jangka pendek. 

    Bid terkuat terlihat berlapis di area 1.800 hingga 1.790, menandakan zona ini menjadi area pertahanan utama pelaku pasar. Namun, antrean offer yang besar dan berjenjang mulai dari 1.815 hingga 1.860 menunjukkan bahwa setiap kenaikan kecil langsung dimanfaatkan untuk melepas saham. 

    Jika dilihat dari chart harian, pergerakan ADRO sudah lama berada dalam tren menurun sejak gagal bertahan di atas area 2.000. Lonjakan-lonjakan kecil yang muncul di beberapa bulan terakhir selalu diikuti koreksi, membentuk struktur lower high. 

    Penurunan tajam pada akhir Desember ini mempercepat proses kembali ke area konsolidasi bawah yang sebelumnya terbentuk di kisaran 1.750–1.800. Volume yang meningkat justru mengonfirmasi bahwa pelemahan ini bersifat valid secara teknikal, bukan sekadar noise.

    Pembacaan indikator teknikal juga memperkuat gambaran tersebut. Moving average menunjukkan sinyal sangat jual, dengan 11 dari 12 indikator MA berada dalam posisi jual. Harga ADRO berada di bawah MA5, MA10, MA50, hingga MA200, menandakan tren jangka pendek hingga panjang masih berada dalam tekanan. 

    Secara momentum, RSI(14) berada di kisaran 46 yang netral, mengindikasikan bahwa saham belum masuk kondisi oversold meski sudah turun cukup dalam. MACD masih berada di wilayah negatif, sementara ADX di atas 25 menandakan tren turun yang masih memiliki kekuatan. Ini penting, karena berarti tekanan belum sepenuhnya melemah.

    Namun, tidak semua indikator memberi sinyal negatif. StochRSI, ROC, serta Bull/Bear Power mulai menunjukkan sinyal beli, yang biasanya muncul ketika tekanan jual mulai mendekati titik jenuh jangka pendek. 

    Ini membuka peluang terjadinya technical rebound, tetapi sifatnya masih sangat terbatas dan rentan tertahan oleh supply di atas.

    Konteks ex date dividen menjadi kunci pembacaan saat ini. Penurunan tajam ADRO secara historis memang sering terjadi di sekitar periode ex date, terutama ketika dividend yield yang dibagikan relatif besar. Investor yang masuk untuk mengejar dividen cenderung keluar setelah hak dividen tercatat, menciptakan tekanan jual sementara. 

    Dalam kerangka ini, pelemahan ADRO lebih mencerminkan mekanisme pasar ketimbang perubahan persepsi terhadap prospek bisnis perseroan.

    Menjelang pembayaran dividen pada 15 Januari 2026, pasar biasanya akan memasuki fase stabilisasi. Namun, berdasarkan struktur teknikal saat ini, pemulihan harga tidak akan agresif selama ADRO belum kembali menembus area pivot krusial di sekitar 1.895–1.900. 

    Selama harga masih tertahan di bawah zona tersebut dan antrean offer tetap dominan, setiap kenaikan berpotensi hanya menjadi relief rally.

    Dengan demikian, performa ADRO saat ini mencerminkan saham yang sedang menjalani fase penyesuaian pascadividen dalam tren menurun yang masih aktif. Orderbook menunjukkan suplai masih mendominasi, chart harian mengonfirmasi tekanan berkelanjutan, dan teknikal mingguan belum memberi sinyal pembalikan yang kuat. 

    Pasar belum melihat alasan untuk mendorong harga naik agresif, tetapi juga mulai menguji area bawah sebagai fondasi baru pasca-ex date.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79