Logo
>

Akhir Pekan IHSG Tertekan, Intip 10 Saham Peringkat Terbawah

Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.572,36 sebelum tergelincir hingga level terendah 8.495,20.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Akhir Pekan IHSG Tertekan, Intip 10 Saham Peringkat Terbawah
IHSG masih berada di level 8.500-an. Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 28 November 2025. Indeks merosot ke level 8.508,71 atau turun 37,16 poin setara 0,43 persen. Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.572,36 sebelum tergelincir hingga level terendah 8.495,20. Total transaksi di seluruh pasar mencapai 411,22 juta lot dengan nilai perdagangan Rp20,37 triliun dari 2,34 juta transaksi. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan penjualan pada sejumlah saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang mencatatkan koreksi tajam.

    Berikut merupakan 10 saham dengan pelemahan terdalam pada perdagangan hari ini berdasarkan data pergerakan intraday:

    PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menjadi saham dengan koreksi terdalam setelah turun 21 poin atau setara 4,16 persen ke harga 484. Emiten transportasi dan logistik ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,74 miliar. Penurunan pada TRUK terjadi di tengah minimnya katalis positif serta tekanan jual investor ritel jelang akhir bulan.

    Di posisi kedua, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) merosot 25 poin atau 4,10 persen ke 585 dengan nilai transaksi Rp13,23 miliar. Emiten pariwisata ini kembali berada dalam tren pelemahan seiring sentimen negatif terhadap sektor wisata yang masih menghadapi tekanan biaya operasional dan perlambatan permintaan.

    PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) tertekan 50 poin atau 4,02 persen ke 1.195. Nilai transaksinya menembus Rp94,28 miliar, menjadikannya saham perbankan dengan tekanan jual terbesar hari ini. Pelaku pasar menyoroti likuiditas perbankan yang ketat menjelang tutup tahun sehingga memicu aksi ambil untung.

    PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) turun 30 poin atau 3,95 persen ke 730 dengan nilai transaksi besar yaitu Rp885,43 miliar. Koreksi MCAS terjadi setelah dua hari penguatan, di mana investor memilih melakukan profit taking.

    PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) ikut tertekan dan melemah 30 poin atau 3,92 persen ke level 735 dengan total transaksi Rp2,50 miliar. Sektor pakan ternak mendapat tekanan dari kenaikan bahan baku dan volatilitas harga komoditas global.

    Distribusi PT Voucher Nusantara Tbk (DIVA) turun 7 poin atau 3,89 persen ke 173 dengan nilai perdagangan Rp333,81 juta. DIVA berada dalam tren penurunan jangka pendek seiring ketidakpastian pemulihan belanja digital.

    PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) terkoreksi 10 poin atau 3,82 persen ke 252 dengan nilai transaksi Rp46,25 miliar. Tekanan jual terjadi setelah kenaikan signifikan awal pekan yang memicu aksi ambil untung lanjutan.

    PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) melemah 4 poin atau 3,81 persen ke 101 dengan transaksi Rp21,90 miliar. Emiten manufaktur komponen otomotif ini cenderung stagnan sepanjang bulan dengan volatilitas rendah namun tekanan jual meningkat hari ini.

    PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menurun 18 poin atau 3,77 persen ke 460. Saham e-commerce ini mencatat transaksi Rp6,36 miliar. Sektor teknologi mendapat sentimen campuran dari naik turunnya prospek konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun.

    PT Perma Plasindo Tbk (BINO) menutup daftar 10 saham peringkat terbawah dengan penurunan 6 poin atau 3,75 persen ke 154 dan nilai transaksi Rp725,91 juta. Emiten plastik industri ini bergerak mengikuti pola tekanan ritel yang melanda saham-saham berkapitalisasi kecil.

    Pelemahan secara serentak pada kelompok saham small cap hingga mid cap tersebut menunjukkan adanya rotasi portofolio investor yang kembali menghindari aset berisiko tinggi. Tekanan akhir bulan, aksi profit taking, serta minimnya sentimen positif baru masih menjadi faktor utama terjadinya koreksi meluas.

    Volatilitas IHSG berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan terutama karena pelaku pasar menantikan rilis sentimen global menjelang penutupan bulan dan kuartal. Namun koreksi pada saham-saham tersebut dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang yang menunggu valuasi lebih menarik.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".